"Kami berharap pengguna jasa transportasi umum mampu secara cerdas mengamankan diri, termasuk mengetahui dan mendokumentasikan identitas pengemudi serta kendaraan yang digunakan," lanjut Rita.
Ia juga menekankan pentingnya mengevaluasi situasi jika muncul tanda bahaya, kemudian segera mengambil keputusan, seperti meminta kendaraan berhenti dan meninggalkan kendaraan tersebut, serta menghubungi orang terdekat.
"Kami mengimbau masyarakat, jika menemukan kondisi seperti ini, tidak ragu untuk membantu, setidaknya mengamankan para pihak. Dalam kasus ini, saat korban melarikan diri, pelaku tidak diamankan warga karena dikira pasangan, sehingga warga hanya menolong korban," jelasnya.
"Selain itu, dokumentasi berupa rekaman dari ponsel dapat menjadi salah satu alat bukti, selain bukti elektronik lain yang dikumpulkan penyidik," tambahnya.
Terakhir, ia meminta seluruh pengemudi, baik online maupun konvensional, untuk tetap profesional dalam menjalankan tugas, menjaga etika, mematuhi rute dan prosedur, serta memberikan rasa aman kepada penumpang.
"Kami juga berharap adanya dukungan dari penyelenggara platform agar terus melakukan perbaikan ke depan," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.