Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Masjid Al-Aqsa Dibuka Usai 40 Hari Penutupan, Ribuan Muslim Palestina Tunaikan Sholat Subuh

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 09 April 2026 |15:49 WIB
Masjid Al-Aqsa Dibuka Usai 40 Hari Penutupan, Ribuan Muslim Palestina Tunaikan Sholat Subuh
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)
A
A
A

YERUSALEM – Kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki Israel telah dibuka kembali untuk para jamaah Palestina setelah ditutup selama 40 hari.

Sebuah video menunjukkan warga Palestina berbondong-bondong memasuki gerbang kompleks masjid pada Kamis (9/4/2026) pagi. Dilaporkan, sekitar 3.000 jamaah menghadiri salat subuh pada hari pertama pembukaan.

Akses ke tempat-tempat suci sebelumnya sepenuhnya dilarang, atau dibatasi hanya untuk beberapa puluh umat beriman di situs-situs Kristen, Yahudi, dan Muslim setelah pecahnya perang Amerika Serikat (AS)–Israel di Iran pada 28 Februari. Israel sering memberlakukan pembatasan, terutama terhadap umat Palestina.

Departemen Wakaf Islam di Yerusalem yang diduduki mengonfirmasi bahwa pintu Al-Aqsa akan dibuka kembali untuk semua umat beriman mulai subuh. Otoritas keagamaan yang berafiliasi dengan Yordania, yang bertanggung jawab mengelola masjid tersebut, tidak memberikan detail lebih lanjut.

Video sebelumnya menunjukkan para sukarelawan dan petugas di halaman serta area salat bersiap menerima umat beriman dan melakukan ritual keagamaan.

Otoritas Israel mengumumkan pembukaan masjid dan Gereja Makam Suci di Yerusalem yang diduduki pada Rabu (8/4/2026) malam. Polisi Israel mengaitkan pembukaan tempat-tempat suci tersebut dengan apa yang mereka sebut sebagai “instruksi terbaru dari Komando Pertahanan Dalam Negeri Israel.”

 

Pernyataan tersebut mencatat penguatan keamanan intensif, termasuk ratusan petugas polisi dan penjaga perbatasan di lorong-lorong Kota Tua Yerusalem serta jalan menuju tempat-tempat suci, yang bertujuan untuk “mengamankan para pengunjung.”

Yerusalem dan tempat-tempat sucinya telah dikenai tindakan keamanan ketat dan sering ditutup selama perang regional enam minggu terakhir. Pembatasan tersebut meredam perayaan Paskah, Passover, dan Ramadan bagi banyak orang di beberapa situs paling suci bagi agama Kristen, Islam, dan Yahudi.

Pihak berwenang juga sempat mencegah salat Idul Fitri di Al-Aqsa tahun ini, pembatasan pertama sejak pendudukan Israel atas Yerusalem Timur pada 1967.

Namun, larangan tersebut dicabut tepat pada waktunya bagi umat Kristen Ortodoks, yang merayakan Paskah pada Minggu, 12 April, seminggu setelah umat Katolik dan Protestan.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement