Selain itu, panitia juga menemukan praktik perjokian dengan cara bertukar identitas. Modus ini terdeteksi di sejumlah pusat UTBK, seperti di Universitas Negeri Surabaya, Universitas Airlangga, UPN Veteran Jawa Timur, hingga Universitas Negeri Malang.
Pelaku diketahui menggunakan identitas berbeda untuk mengikuti ujian di tahun yang berbeda.
"Orangnya sama, ikut ujian 2025 dan 2026 dengan dua nama. Di UPN Jawa Timur juga ada perjokian. Fotonya dimodifikasi sedikit, misalnya posisi jilbab berbeda," ungkapnya.
Ia memastikan peserta yang terbukti melakukan kecurangan akan langsung didiskualifikasi dari proses seleksi. Panitia juga membuka kemungkinan proses hukum lanjutan sesuai ketentuan yang berlaku.
Eduart mengimbau peserta untuk tidak mencoba berbuat curang karena sistem pengawasan semakin ketat.
“Peserta yang terbukti curang dipastikan tidak lolos. Lebih baik niat tersebut dihentikan,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.