Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Peneliti BRIN Ungkap Penyebab Masifnya Populasi Ikan Sapu-Sapu

Ravie Wardani , Jurnalis-Jum'at, 01 Mei 2026 |01:04 WIB
Peneliti BRIN Ungkap Penyebab Masifnya Populasi Ikan Sapu-Sapu
Peneliti BRIN Ungkap Penyebab Masifnya Populasi Ikan Sapu-Sapu (Dok Okezone/Jonathan Simanjuntak)
A
A
A

JAKARTA - Peneliti ahli muda Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Triyanto, mengungkap alasan di balik meledaknya populasi ikan sapu-sapu di Jakarta.

1. Populasi Ikan Sapu-Sapu Meledak

Triyanto menjelaskan, dalam ilmu ekologi, keseimbangan populasi sangat bergantung pada keberadaan predator alami. Jika rantai makanan terputus, satu spesies akan mendominasi dan merusak ekosistem. 

"Populasi predator alaminya harus seimbang juga yang mampu bisa mengontrol si ikan sapu-sapu ini," kata Triyanto di kantor BRIN, Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (30/4/2026). 

Ia menganalogikan kondisi ini dengan keseimbangan antara serigala dan domba di alam liar. Dengan lemahnya kontrol populasi, ikan sapu-sapu akan terus berkembang biak tanpa hambatan. 

Namun, karena ikan sapu-sapu bukan merupakan spesies asli Indonesia, Triyanto menilai alam tidak bisa bekerja sendirian. Perlu ada intervensi manusia untuk mengendalikan jumlah ikan invasif tersebut. 

"Menurut saya ya, karena dia memang bukan asli di Indonesia dan punya karakter unik, tetap harus ada campur tangan manusia sebagai manajerialnya," ucapnya. 

 

Triyanto menekankan, penanganan ikan sapu-sapu harus dilakukan secara terukur. BRIN pun mendorong langkah-langkah yang bersifat konservatif, tapi tepat sasaran. 

"Lebih baik kita secara konservatif tapi terukur dan presisi dalam mengendalikan ikan sapu-sapu ini. Saya kurang setuju dengan pemusnahan. Alangkah bijaknya penanganan melalui penangkapan yang rutin," tutur Triyanto.
 

(Erha Aprili Ramadhoni)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement