Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Ledakan Dahsyat Pabrik Kembang Api di China Tewaskan 26 Orang, 61 Luka-Luka

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 05 Mei 2026 |16:14 WIB
Ledakan Dahsyat Pabrik Kembang Api di China Tewaskan 26 Orang, 61 Luka-Luka
Ilustrasi.
A
A
A

BEIJING – Ledakan dahsyat menghancurkan pabrik kembang api Huasheng di Liuyang, Provinsi Hunan, China Tengah, dan menewaskan setidaknya 26 orang. Insiden yang terjadi pada Senin (4/5/2026) sore ini juga menyebabkan 61 orang mengalami luka-luka.

Pemerintah daerah mengirimkan 482 personel darurat ke lokasi kejadian dan mengevakuasi daerah sekitarnya karena risiko ledakan lebih lanjut di gudang pabrik, lapor media pemerintah.

Skala insiden tersebut masih belum diketahui secara pasti karena upaya penyelamatan berlanjut hingga Selasa (5/5/2026). Jumlah pasti orang yang hilang juga masih belum diketahui.

Video dari insiden itu, yang dibagikan di media sosial oleh People's Daily, menunjukkan kerusakan yang meluas, dengan bangunan yang rusak atau hancur di beberapa blok kota.

Keterangan video tersebut menyebutkan bahwa otoritas keamanan publik telah “mengambil tindakan terhadap orang yang bertanggung jawab atas perusahaan tersebut,” yang mengindikasikan bahwa individu tersebut mungkin telah ditangkap.

Presiden China, Xi Jinping, telah memerintahkan penyelidikan terkait kejadian tersebut dan mendesak upaya maksimal untuk mencari korban yang masih hilang. Xi dan Perdana Menteri Li Qiang menyerukan evaluasi menyeluruh terhadap langkah-langkah keselamatan kerja menyusul insiden tersebut.

“Pihak berwenang di seluruh wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran mendalam dari kecelakaan ini dan memperkuat tanggung jawab terhadap keselamatan kerja,” kata Xi, sebagaimana dikutip Xinhua.

Liuyang memproduksi sekitar 70 persen ekspor kembang api China dan menguasai 60 persen pasar domestik negara tersebut, menurut China Daily.

Kecelakaan besar terakhir di pabrik kembang api di Liuyang terjadi pada 2019, ketika 13 orang tewas dan 17 orang luka-luka. Pihak berwenang setempat awalnya mencoba menyembunyikan skala kecelakaan tersebut dan mengatakan tujuh orang tewas, tetapi penyelidikan oleh pemerintah Provinsi Hunan menemukan bahwa angka tersebut jauh lebih tinggi, menurut Xinhua.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement