JAKARTA - Ketua majelis hakim, Kolonel Chk Fredy Ferdian Isnartanto, mengaku gemas melihat tindakan para terdakwa dalam kasus dugaan penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, yang dinilai amatir.
"Saya ini bukan orang intel, mungkin rekan-rekan di sini juga sama. Tapi melihat kejadian seperti itu, seperti yang tadi disampaikan penasihat hukum, kok amatir sekali. Jujur saja, saya jadi gemas melihatnya. Ini terkesan malah memalukan BAIS," ujar hakim dalam persidangan, Rabu (6/5/2026).
Menurut hakim, perbuatan para terdakwa tersebut mencoreng nama baik BAIS TNI. Pasalnya, tindakan mereka terlihat tidak mencerminkan profesionalitas aparat intelijen dan terkesan berantakan.
Dalam persidangan, hakim sempat menanyakan pandangan tersebut kepada Komandan Detasemen Markas (Denma) BAIS TNI, Kolonel Infanteri Heri Heryadi, yang dihadirkan sebagai saksi. Namun, Heri memilih tidak memberikan penilaian terkait aksi para pelaku.
"Menurut pendapat saudara, apakah ini cara kerja orang BAIS seperti ini?" tanya hakim.
"Siap izin, kami tidak berpendapat mengenai hal tersebut," jawab saksi.
"Secara pribadi?" cecar hakim.