JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 211 Rukun Warga (RW) di Jakarta teridentifikasi sebagai kawasan kumuh, dari total 2.749 RW. Data tersebut merupakan hasil pendataan tahun 2025 yang difinalisasi pada 2026.
Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan pendataan dilakukan dengan metodologi baru yang menggabungkan big data berbasis citra satelit dan survei lapangan.
"Dari total 2.749 RW di DKI Jakarta, berdasarkan pendataan 2025 yang difinalisasi pada 2026, terdapat 211 RW yang teridentifikasi kumuh," kata Amalia di Balai Kota Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Ia menjelaskan, penggunaan dua metode tersebut dinilai mampu menghasilkan data yang lebih akurat dan komprehensif.
"Dengan demikian, data RW kumuh yang kami sajikan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjadi lebih akurat karena memanfaatkan teknologi terkini," ujarnya.