Amirudin mengatakan tindakan hukum ini menyusul dugaan aksi brutal, termasuk penculikan dan penyiksaan yang menimpa aktivis armada, khususnya peserta yang berasal dari Malaysia. Ia menambahkan bahwa langkah ini akan diikuti oleh tekanan diplomatik berkelanjutan dari pemerintah untuk menuntut "pembebasan penuh" Gaza.
Menurut Amirudin, meskipun misi GSF 2.0 telah berakhir, komitmen Malaysia dan Selangor terhadap perjuangan Palestina akan terus berlanjut. Bahkan, ada rencana untuk menggelar konferensi internasional terkait Palestina di Malaysia di masa mendatang guna memperkuat upaya advokasi.
Ia menegaskan bahwa misi Sumud 3.0 akan tetap melanjutkan perjuangan hingga blokade di Gaza benar-benar dicabut.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.