Trump, yang peringkat popularitasnya sempat merosot akibat dampak perang terhadap lonjakan harga energi di dalam negeri AS, serta menghadapi upaya Kongres untuk membatasi wewenang perangnya, telah berulang kali menggembar-gemborkan prospek kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang diinisiasi oleh AS dan Israel sejak 28 Februari ini.
Gencatan senjata yang rapuh tercatat telah berlangsung sejak awal April lalu. Sebelumnya, aksi pemboman udara oleh AS-Israel terhadap Iran telah menewaskan ribuan orang di Iran sebelum akhirnya dihentikan oleh kesepakatan gencatan senjata. Israel juga telah menewaskan ribuan orang lainnya dan mengusir ratusan ribu warga dari rumah mereka di Lebanon, wilayah yang diinvasi untuk mengejar kelompok milisi Hizbullah. Sementara itu, serangan balasan Iran terhadap Israel dan negara-negara Teluk tetangga dilaporkan telah menewaskan puluhan orang.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.