Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Mubes DIY Dorong PBNU Kembali ke Khittah

Arief Setyadi , Jurnalis-Minggu, 31 Mei 2026 |19:38 WIB
Mubes DIY Dorong PBNU Kembali ke Khittah
Mubes warga NU di DIY (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Warga nahdliyyin mendorong organisasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali berpegang teguh pada khittah NU. Hal itu mencuat dalam Musyawarah Besar (Mubes) Warga NU Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Dalam forum bertajuk "NU Ora Didol: Meneguhkan Khittah NU untuk Kemandirian Nahdliyyin" itu menjadi forum aspirasi warga nahdliyyin. Kegiatan yang berlangsung di Pesantren Bumi Cendekia, Minggu (31/5/2026), dihadiri ratusan warga NU dari berbagai kalangan.

Sejumlah persoalan yang dinilai penting bagi masa depan organisasi menjadi pembahasan. Isu kepemimpinan, kemandirian organisasi, serta peran generasi muda menjadi fokus utama diskusi yang berkembang sepanjang musyawarah.

Para peserta juga menyoroti berbagai dinamika yang belakangan muncul di lingkungan NU. Mulai dari konflik internal di tingkat pengurus pusat yang berujung pada saling pemecatan hingga polemik terkait pelibatan unsur Zionis Israel dalam sejumlah kegiatan resmi organisasi. Berbagai persoalan tersebut dinilai perlu menjadi perhatian bersama demi menjaga marwah NU.

Dewan Penasihat Mubes sekaligus Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, Muhammad Machasin, mengaku prihatin dengan situasi yang berkembang di tubuh organisasi, terutama terkait hubungan antara unsur syuriah dan tanfidziyah di tingkat PBNU.

"Kalau ditanya ada musyawarah besar, musyawarah kecil atau nggak? Atau musyawarahnya langsung besar dan diadakannya ini karena ada sesuatu yang mengusik kesadaran kita, rasa kita terganggu karena adanya, terus terang saja kita sebut, perselisihan antara syuriah dan tanfiziyah (PBNU)," kata Machasin dalam keterangannya.

Machasin menambahkan, konflik tersebut tidak bisa dipandang sebagai persoalan biasa karena berpotensi menimbulkan polarisasi di kalangan warga NU. Ia mengaku memilih menjaga jarak dari pusaran konflik yang terjadi karena merasa prihatin dengan kondisi organisasi saat ini.

Ia juga menyinggung pelaksanaan Muktamar NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang. Forum tertinggi organisasi itu diharapkan dapat menjadi momentum untuk menyelesaikan berbagai persoalan internal yang selama ini berkembang.

Kendati Machasin mengaku masih menyimpan keraguan mengenai hasil yang akan dicapai dalam Muktamar nanti. Ia berharap forum tersebut mampu melahirkan kepemimpinan yang dapat merangkul seluruh elemen NU, bukan sekadar menjadi arena kemenangan kelompok tertentu.

"Karena itu musyawarah seperti ini penting sebagai ruang pertemuan dan penyampaian aspirasi warga NU," tuturnya.

Sementara Ketua PWNU DIY, A. Zuhdi Muhdlor, menilai pelaksanaan Mubes merupakan bentuk kepedulian warga terhadap masa depan organisasi. Menurutnya, keterlibatan kalangan muda dan kelompok kultural dalam memikirkan arah NU menjadi hal yang positif dan perlu diapresiasi.

"Saya kira ini sesuatu yang bagus, karena menunjukkan kepedulian anak-anak muda dan teman-teman kultural untuk ikut memikirkan NU. Jadi NU tidak hanya dipikirkan oleh mereka yang berada di pusat, tetapi juga oleh warga di berbagai daerah," ujarnya.

Selain dihadiri warga nahdliyyin dari berbagai unsur, kegiatan tersebut juga diikuti Ketua Muslimat NU DIY Fatma Amalia, Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Mochammad Sodiq, Pengasuh Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak Ida Rufaida, mantan Ketua PW Fatayat NU DIY Khotimatul Husna, serta sejumlah aktivis muda NU di Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum ini diharapkan menjadi wadah penguatan komitmen warga NU terhadap khittah organisasi, kemandirian, dan regenerasi kepemimpinan di masa mendatang.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement