Menko AHY menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya ditujukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga untuk mewujudkan swasembada pangan, energi, dan air, memperkuat konektivitas nasional, meningkatkan pemerataan pembangunan kewilayahan, serta memperkuat ketahanan lingkungan.
Dalam konteks tersebut, Menko AHY menilai diaspora Indonesia di Rusia memiliki posisi yang sangat strategis sebagai mitra pembangunan nasional.
“Diaspora Indonesia bukan hanya representasi bangsa di luar negeri, melainkan juga mitra strategis pembangunan nasional. Kami melihat banyak peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan, mulai dari transfer pengetahuan, pengembangan jejaring bisnis, promosi investasi, hingga penguatan diplomasi teknologi dan inovasi,” kata Menko AHY.
Menurut Menko AHY, diaspora Indonesia di Rusia juga dapat berperan sebagai penghubung berbagai peluang kerja sama konkret di bidang perdagangan, pendidikan, riset, energi, kemaritiman, logistik, dan infrastruktur.
Pemerintah Indonesia, lanjut Menko AHY, saat ini juga terus mendorong peningkatan ekspor berbagai komoditas unggulan ke pasar Rusia, seperti produk perikanan, kopi, rempah-rempah, dan produk maritim. Karena itu, diaspora diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat jaringan distribusi, pemasaran, dan pengembangan akses pasar bagi produk Indonesia.
“Kami berharap diaspora dapat menjadi bagian dari solusi untuk memperluas jejaring perdagangan Indonesia di Rusia, sekaligus membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antara kedua negara,” ujarnya.
Menko AHY juga mendorong penguatan pemetaan dan konsolidasi diaspora Indonesia di Rusia secara lebih terstruktur berdasarkan bidang keahlian dan potensi kontribusinya terhadap pembangunan nasional.