Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Eks Ketua BEM UGM Ngaku Diimingi Proyek Miliaran oleh 'Lembaga Berbintang', Ini Respons TNI

Danandaya Arya putra , Jurnalis-Selasa, 09 Juni 2026 |20:30 WIB
Eks Ketua BEM UGM Ngaku Diimingi Proyek Miliaran oleh 'Lembaga Berbintang', Ini Respons TNI
Kapuspen TNI, Brigjen Muhammad Nas (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen Muhammad Nas buka suara terkait unggahan mantan Ketua BEM Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, yang mengaku dihubungi seseorang yang membawa pesan dari "lembaga berbintang".

Unggahan yang diposting melalui akun Instagram @tiyoardiantor_ itu menarik perhatian publik. Hingga Selasa (9/6/2026), unggahan tersebut telah disukai lebih dari 52 ribu pengguna Instagram, dikomentari ribuan warganet, dan dibagikan ulang oleh sejumlah tokoh, termasuk mantan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dalam unggahan tersebut, Tiyo tidak menjelaskan secara rinci lembaga mana yang dimaksud dengan istilah "lembaga berbintang". Namun, ia mengaku ditawari berbagai fasilitas dan bantuan yang dibutuhkan.

Menurut Tiyo, sosok yang menemuinya juga menyampaikan bahwa seorang pimpinan organisasi gerakan nasional telah memperoleh jatah proyek bernilai miliaran rupiah. Meski demikian, Tiyo menegaskan menolak tawaran tersebut.

Menanggapi hal itu, Kapuspen TNI Brigjen Muhammad Nas mengatakan belum dapat memastikan apakah unggahan tersebut ditujukan kepada institusi TNI. Sebab, menurutnya, istilah "lembaga berbintang" tidak serta-merta merujuk kepada TNI.

"Atau mungkin dibuat seolah-olah TNI. Yang pasti, kami sebagai aparat negara, Panglima Tertinggi kita adalah Presiden," ujar Nas di Mabes TNI, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).

 

Ia menegaskan, TNI selalu menjalankan tugas sesuai garis komando tanpa adanya tawar-menawar dalam menjalankan kebijakan negara.

"Siapapun presidennya, kita tegak lurus dengan beliau dan pasti kita akan mendukung program dan kebijakan pemerintah Presiden hari ini," katanya.

Dalam kesempatan itu, Nas juga menyampaikan apresiasi atas informasi yang beredar dan menyebutnya sebagai bahan evaluasi serta antisipasi bagi institusinya.

"Terima kasih informasinya, ini juga menjadi bahan antisipasi bagi kami," pungkasnya.

Dalam unggahannya, Tiyo menceritakan dirinya dihubungi seseorang yang mengaku membawa pesan dari "lembaga berbintang" dan mengajaknya bertemu.

"Saya bawa pesan dari lembaga berbintang, pentingnya mau bertemu denganmu," tulis Tiyo menirukan ucapan orang tersebut.

Tiyo mengaku kemudian ditawari berbagai hal yang diinginkannya. Ia juga disebut diberi informasi bahwa seorang pimpinan organisasi gerakan nasional telah memperoleh proyek bernilai miliaran rupiah di Jakarta.

Namun, Tiyo menegaskan menolak tawaran tersebut.

"Ngapunten, Mas, kalau hanya untuk makan dan minum, saya sudah cukup. Bukan karena saya kaya, tapi karena saya tidak butuh kemewahan apa-apa," tulis Tiyo dalam unggahannya yang dibuat di Yogyakarta pada 7 Juni 2026.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement