Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kasus Pengurusan Izin Tinggal WNA, 11 Orang Saksi Dipanggil KPK

Nur Khabibi , Jurnalis-Rabu, 17 Juni 2026 |15:48 WIB
Kasus Pengurusan Izin Tinggal WNA, 11 Orang Saksi Dipanggil KPK
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Budi Prasetyo (foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemanggilan terhadap 11 orang saksi terkait kasus dugaan korupsi pengurusan izin tinggal warga negara asing (WNA). Belasan saksi ini terdiri dari beberapa pejabat Kantor Imigrasi Khusus (Kanimsus) Jakarta Barat. 

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Rabu (17/6/2026). 

Adapun, para saksi yang dimaksud ialah, Zainul Fikri selaku    Kepala seksi Status Keimigrasian Keimigrasian Kanimsus Jakarta Barat; Widhi Deniartomo Asisona selaku Kepala Bidang Izin Tinggal Dan Status Keimigrasian Kanimsus Jakarta Barat; Ernawati selaku Kepala Bidang Pelayanan Dan Verivikasi Dokumen Perjalanan Kanimsus Jakarta Barat.

Lalu, Iqbal Radipta Maulistiqlal selaku Kepala Seksi Verivikasi Dan Adjudikasi Dokumen Perjalanan Kanimsus Jakarta Barat; Yoga Kharisma Suhud selaku Kepala Bidang Inteldakim Kanimsus Jakarta Barat; Haryo Sampurno Ridhomukti selaku Kepala Seksi di Kanimsus Jakarta Barat; dan Deny Arli Asmara selaku Kepala Seksi di Kanimsus Jakarta Barat. 

Kemudian, Rachmawati Dewi Supeni selaku Korlap Kanim Jakbar; Imas Rismaya selaku Staf operasional dan keuangan PT 1688 PRIMA Tahun 2020-2026;    Felia Qintara selaku Staf operasional dan keuangan PT 1688 Prima; dan Dony Indra Kusuma selaku JFU Kanimsus Jakarta Barat. 

Sebelumnya, KPK menetapkan delapan orang menjadi tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan dokumen keimigrasian, Kamis (4/6/2026). Penetapan tersangka tersebut merupakan lanjutan dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan pada, Rabu (3/6/2026).

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement