Dia juga berharap Pemerintah Kabupaten Intan Jaya membuka layanan Dukcapil sementara di Nabire setiap masa liburan sekolah, khususnya pada bulan Juni hingga Juli. Menurutnya, biaya transportasi dari Nabire menuju Intan Jaya yang cukup tinggi menjadi kendala bagi mahasiswa maupun pelajar untuk mengurus dokumen kependudukan secara langsung di daerah asal. “Jadi bisa mengurus identitas mereka tanpa harus kembali ke Intan Jaya,” katanya.
Perwakilan siswa asal Kampung Maniouwo, Matius Ayapa, mengungkapkan sejumlah pelajar menemukan berbagai kesalahan data saat proses perekaman identitas di Jakarta. Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain ketidaksesuaian kode wilayah, kesalahan data identitas, serta dokumen administrasi yang dinilai belum lengkap dan belum sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami memohon kepada Pemerintah Kabupaten Intan Jaya agar dapat bekerja sama memperbaiki sistem administrasi yang ada sehingga data kami dapat kembali terdaftar dengan benar dan sesuai dengan daerah asal kami,” ujarnya.
Para pelajar berharap pemerintah daerah dapat segera mengambil langkah konkret agar proses pendidikan mereka tidak terganggu oleh kendala administrasi kependudukan.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.