CARACAS – Gempa ganda yang melanda Venezuela sepekan lalu telah menewaskan hampir 2.300 orang, dengan banyak warga yang masih dinyatakan hilang. Jumlah korban tewas dipastikan akan bertambah seiring dengan menipisnya harapan untuk menemukan korban yang selamat, dan banyak penyintas kini mengalami kekurangan makanan yang parah.
Presiden Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan pada Rabu (1/7/2026) bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 2.295 orang dan lebih dari 11.000 orang terluka. Ia juga menyampaikan bahwa hampir 13.000 orang kehilangan tempat tinggal. Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sebanyak 50.000 orang hilang.
Seiring meningkatnya jumlah korban tewas, Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodriguez, menyatakan tujuh hari masa berkabung dan mengatakan bahwa "jiwa negara hancur karena kehilangan nyawa manusia."
Sebagian besar bangunan yang runtuh di kota La Guaira—wilayah yang paling parah terkena dampak di utara Caracas—telah ditandai dengan huruf 'D' untuk 'deceased' (meninggal). Tanda ini menunjukkan bahwa bangunan tersebut telah digeledah dan tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalamnya, demikian dilansir TRT.
Meski demikian, terdapat beberapa keajaiban. Salah satunya adalah seorang bocah berusia tiga tahun yang ditemukan hidup pada Selasa (30/6/2026), enam hari setelah gempa terkuat di Venezuela dalam lebih dari seabad terakhir. Namun, para ahli menyatakan bahwa korban yang terjebak kemungkinan besar tidak akan bertahan hidup lebih dari 72 jam setelah gempa bumi terjadi.
Tim penyelamat internasional dari seluruh dunia telah tiba untuk mengevakuasi korban selamat, di tengah kemarahan penduduk setempat atas lambatnya respons negara setelah bencana.
Dengan hancurnya kehidupan sehari-hari, fokus masyarakat kini beralih untuk bertahan hidup. Banyak warga kehilangan tempat tinggal, serta kesulitan mendapatkan akses makanan dan air bersih.
"Mereka membagikan persediaan di sini, tetapi terkadang orang-orang hampir saling membunuh untuk mendapatkan makanan... Ini seperti adu ayam," kata Daniela Armas (18), seorang pedagang di La Guaira, setelah mengantre untuk mendapatkan makanan di tempat penampungan darurat.
Aksi pencurian dan penjarahan juga meluas. Menurut Kementerian Kehakiman, empat petugas polisi ditangkap pada Rabu setelah tertangkap basah oleh warga saat mencuri barang berharga dari reruntuhan.
"Situasinya cukup kritis," kata Lia Poggio, Kepala Misi di Venezuela untuk Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM).
Program Pangan Dunia (WFP) pada Selasa telah meminta dana sebesar USD50 juta untuk menyediakan makanan bagi 500.000 orang di Venezuela selama tiga bulan ke depan.
Kekhawatiran akan wabah penyakit juga kian meningkat. Juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Christian Lindmeier, mengatakan layanan kesehatan di Venezuela saat ini berada di bawah "tekanan ekstrem."
"Ada peningkatan risiko wabah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin, seperti campak dan difteri, karena rendahnya cakupan vaksinasi sebelum gempa," katanya.
Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyatakan membutuhkan dana sebesar USD14,9 juta untuk meningkatkan bantuan dan menyediakan tempat penampungan sementara bagi 30.000 orang selama enam bulan.
Berdasarkan penilaian awal data satelit yang diterbitkan oleh NASA, gempa tersebut diperkirakan telah merusak atau menghancurkan sebanyak 58.870 bangunan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.