Kemendagri juga memastikan proses pembelajaran tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Selama dua bulan ke depan, para kepala desa akan mendapatkan asistensi dan evaluasi secara daring untuk memastikan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara nyata.
"Ketika mereka pulang, kita lakukan asistensi kurang lebih dua bulan secara online. Kita pantau mereka, kita asistensi, kemudian kita evaluasi seberapa efektif hasil pembelajaran tadi. Lalu kita berikan guidance yang lebih aplikatif lagi," ujar La Ode.
Ia menambahkan, pendekatan berbasis pemetaan desa diharapkan membuat setiap materi lebih relevan sehingga mampu memperkuat kapasitas kepala desa dalam mengelola potensi wilayah, meningkatkan pelayanan publik, dan mendorong pembangunan desa yang lebih efektif.
"Profiling desa dan karakteristik yang ada di desa masing-masing itu kita sesuaikan. Berdasarkan hasil survei dan wawancara di lapangan, lahirlah formula bahan ajar yang memang dirancang khusus untuk pembelajaran Kepala Desa Masuk Kampus," tutupnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.