Agustiar juga berharap Sekda yang baru mampu menjadi teladan bagi seluruh aparatur sipil negara dengan mengedepankan kedisiplinan, profesionalisme, dan budaya kerja kolaboratif yang berorientasi pada hasil.
“Saya berharap bisa menjadi teladan, disiplin, profesional, dan membangun budaya kerja kolaborasi yang berfokus pada hasil. Memastikan seluruh program pembangunan tepat sasaran dan akuntabel,” ucapnya.
Terpilihnya Linae bukanlah proses yang instan. Ia harus melewati serangkaian tahapan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Madya Sekda Kalimantan Tengah Tahun 2026 yang diikuti sejumlah pejabat senior di lingkungan Pemprov Kalteng.
Berdasarkan hasil penilaian panitia seleksi, Linae berhasil masuk dalam tiga besar kandidat terbaik. Ia bersaing dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Tengah, Baru, serta Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Provinsi Kalimantan Tengah, Farid Wajdi, sebelum akhirnya dipercaya menduduki jabatan Sekda.
Pelantikan ini sekaligus mengakhiri kekosongan jabatan Sekda definitif yang berlangsung sejak H. Nuryakin memasuki masa purna tugas pada 9 Oktober 2024. Selama hampir dua tahun terakhir, roda pemerintahan dijalankan oleh pejabat pelaksana harian sambil menunggu rampungnya proses seleksi sesuai ketentuan.