Menurut badan-badan PBB, kapal pertama kehilangan kontak tak lama setelah berangkat. Kapal itu membawa sekitar 250 orang. Kapal kedua, yang membawa 280 orang, diyakini telah terbalik di lepas pantai Irrawaddy, Myanmar, pada tanggal 8 Juli.
“Perjalanan ini dilakukan di luar musim berlayar reguler, ketika kondisi maritim biasanya lebih berbahaya,” kata pernyataan itu.
UNHCR dan IOM menyatakan bahwa hampir 300 orang, termasuk pengungsi Rohingya dan warga negara Bangladesh, dilaporkan hilang di Laut Andaman dan Teluk Benggala pada tahun 2026.
Krisis pengungsi Rohingya dimulai pada 2017 setelah militer Myanmar melancarkan serangan besar-besaran di Negara Bagian Rakhine, yang memicu eksodus massal. Hal ini menyebabkan setidaknya 730.000 orang mencari perlindungan di Bangladesh.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.