Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Waspada Geopolitik Dunia, Prabowo: Perang Ukraina Lebih Lama dari PD I, Bisa Lampaui PD II

Binti Mufarida , Jurnalis-Jum'at, 31 Juli 2026 |16:48 WIB
Waspada Geopolitik Dunia, Prabowo: Perang Ukraina Lebih Lama dari PD I, Bisa Lampaui PD II
Presiden Prabowo Subianto (Foto: Biro Setpres/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyoroti perang Ukraina yang hingga saat ini masih berlangsung. Bahkan, Prabowo menyebut perang di Ukraina telah berlangsung lebih lama dibandingkan Perang Dunia (PD) I dan berpotensi melampaui durasi PD II.

Hal itu disampaikan Prabowo saat menghadiri pertemuan dengan pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Prabowo mengatakan, sejak awal pemerintahannya telah mengingatkan berbagai pihak agar mewaspadai kondisi geopolitik dunia yang semakin tidak menentu, khususnya perang di sejumlah negara.

“Kita masih menghadapi yang saya waktu pertemuan-pertemuan pertama kita di awal pemerintahan saya, saudara datang ke saya pun saya sudah di mana-mana saya sudah warning, bahkan sebelumnya pun saya sudah warning, hati-hati situasi dunia, situasi geopolitik sudah sangat-sangat rawan, sangat-sangat rawan. Di mana-mana terjadi perang dahsyat,” kata Prabowo.

Ia kemudian menyoroti konflik Rusia-Ukraina yang menurutnya telah berlangsung lebih lama dari PD I dan berpotensi melebihi lamanya PD II.

“Di kontinen di benua Eropa perang besar. Perang besar ini di Ukraina ini sudah lebih lama dari Perang Dunia I. Ah ini mungkin akan lebih lama dari Perang Dunia II,” ujarnya.

Prabowo menjelaskan, PD II berlangsung sekitar 4,5 hingga 5 tahun, sedangkan perang di Ukraina yang dimulai pada 2022 kini telah memasuki tahun kelima.

“Perang Dunia II mulai September 1939, habis itu 40, 41, 42, 43, habis itu pertengahan Mei 45, jadi 5 tahun atau 4,5 tahun. Perang Ukraina mulai tahun 22 ya, 22, 23, 24, 25 sudah masuk 26. Mungkin Perang Ukraina lebih lama dari Perang Dunia II juga,” ujarnya.

Menurut Prabowo, jutaan orang telah menjadi korban akibat perang tersebut. Dampaknya juga dirasakan secara global, mulai dari kenaikan harga pangan hingga energi.

“Jutaan sudah korban, dan kita baru mengerti bahwa perang di satu bagian dari bumi kita punya pengaruh ke mana-mana, kepada harga pangan, harga BBM dan sebagainya,” katanya.

Selain perang di Ukraina, Prabowo juga menyinggung konflik yang masih berlangsung di Gaza, Lebanon, kawasan Timur Tengah, hingga ketegangan di Selat Hormuz. Ia bahkan mengingatkan bahwa ancaman perang nuklir tidak bisa dianggap remeh.

Di kawasan Asia Tenggara, Prabowo menyebut konflik di Myanmar serta ketegangan antara Thailand dan Kamboja menjadi tantangan yang harus terus diupayakan penyelesaiannya melalui jalan damai.

Karena itu, Prabowo menegaskan Indonesia tetap berpegang pada politik luar negeri bebas aktif atau nonblok dan tidak bergabung dengan pakta militer mana pun.

“Politik luar negeri Indonesia sekarang adalah ingin menjadi tetangganya yang baik, the good neighbor. Our policy is the policy of the good neighbor, we want to be a good neighbor.”

Ia mengatakan, pemerintah terus berupaya memperbaiki hubungan dengan seluruh negara tetangga dan menyelesaikan berbagai persoalan, termasuk sengketa perbatasan, melalui dialog dan rekonsiliasi.

“Saya berusaha memperbaiki semua hubungan dengan semua tetangga kita. Saya berusaha untuk rekonsiliasi, saya berusaha untuk memberi pendekatan,” katanya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement