KUALA LUMPUR - Seorang remaja laki-laki di Malaysia tengah menjalani proses persidangan setelah didakwa membunuh teman sekolah perempuannya. Kasus ini menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan luas mengenai dampak media sosial terhadap anak-anak dan remaja.
Dilansir dari bbc, Senin (3/8/2026). Remaja tersebut didakwa membunuh Yap Shing Xuen (16), yang ditemukan tewas dengan sejumlah luka tikaman di toilet sekolah menengah mereka di kawasan pinggiran Kuala Lumpur pada Oktober tahun lalu.
Saat kejadian, terdakwa masih berusia 14 tahun. Dalam persidangan, ia menyatakan tidak bersalah atas dakwaan tersebut. Apabila terbukti bersalah, ia terancam menjalani hukuman penjara selama puluhan tahun.
Sebelumnya, pihak kepolisian menyampaikan dugaan bahwa media sosial kemungkinan memiliki pengaruh terhadap tindakan remaja tersebut.
Polisi juga mengonfirmasi telah menemukan sebuah catatan saat melakukan penangkapan. Laporan mengenai dugaan isi catatan itu kemudian memicu diskusi yang lebih luas terkait peran media sosial dalam memengaruhi perilaku anak-anak dan remaja.
Berdasarkan hukum di Malaysia, identitas terdakwa tidak dapat dipublikasikan karena usianya masih di bawah umur.