Selain penguatan pengawasan internal, Iwan juga mendorong Kejaksaan Agung membangun komunikasi publik yang lebih terbuka. Menurutnya, di era keterbukaan informasi, penjelasan resmi yang jelas dan cepat diperlukan untuk menutup ruang spekulasi yang berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat.
Ia menilai kekuatan sebuah lembaga penegak hukum bukan diukur dari minimnya tekanan yang dihadapi, melainkan dari konsistensinya menjalankan tugas secara profesional di tengah berbagai tantangan.
"Saya melihat bahwa tantangan internal justru dapat menjadi momentum bagi Kejaksaan Agung untuk memperkuat reformasi kelembagaan. Yang terpenting adalah memastikan bahwa pemberantasan korupsi tetap menjadi agenda utama, karena keberanian institusi penegak hukum tidak diukur dari minimnya tekanan, tetapi dari kemampuannya tetap bekerja profesional di tengah berbagai tekanan tersebut," pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.