WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengajukan tuntutan baru dalam upaya mencapai kesepakatan damai dengan Iran. Trump ingin Teheran membayar kompensasi atas serangan yang disebutnya telah menewaskan atau melukai warga Amerika selama beberapa dekade.
Dilansir dari trtworld, Selasa (11/8/2026). Trump menyampaikan tuntutan tersebut di tengah ketegangan yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran. Menurutnya, kompensasi harus menjadi bagian dari setiap kesepakatan yang nantinya dicapai kedua negara.
Trump mengatakan, Iran juga tengah meminta kompensasi atas kerusakan yang terjadi selama konflik militer dalam beberapa bulan terakhir. Namun, Trump menegaskan, AS tidak akan mengabaikan kerugian yang dialami warga negaranya akibat serangan yang dia kaitkan dengan Iran.
Dalam unggahan di Truth Social pada Senin 10 Agustus 2026, Trump menyebut sejumlah serangan yang terjadi selama beberapa dekade terakhir. Dia juga menyinggung ledakan terhadap kapal perang USS Cole pada 2000 serta menuduh Iran mendukung atau terlibat dalam berbagai serangan yang menewaskan dan melukai warga Amerika.
Trump mengatakan, telah menginstruksikan perwakilan AS untuk memasukkan persoalan kompensasi dalam “setiap, dan semua, negosiasi di masa mendatang” dengan Iran.
Tuntutan tersebut muncul setelah Trump dalam beberapa pekan terakhir memberikan sinyal yang beragam mengenai arah konflik dengan Iran. Di satu sisi, dia berulang kali mengancam akan mengambil tindakan militer lebih lanjut. Namun di sisi lain, Trump juga membuka peluang penyelesaian melalui jalur diplomatik.
Pada Minggu, Trump mengatakan akan “bersikap tenang” dalam menghadapi situasi tersebut. Pernyataan itu mengisyaratkan bahwa tekanan ekonomi dan diplomasi dapat lebih diutamakan dibandingkan serangan militer tambahan.
Selat Hormuz Jadi Titik Panas
Upaya mencapai kesepakatan juga semakin rumit dengan berlanjutnya gangguan di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi salah satu rute utama pasokan energi dunia.
Iran dilaporkan menuntut Washington mengakhiri blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran serta mencabut sanksi terhadap industri minyaknya sebelum menyetujui pembukaan kembali jalur perairan tersebut.
Ketegangan di kawasan itu turut mendorong kenaikan harga bahan bakar dan mengguncang pasar global.
Dengan munculnya tuntutan baru mengenai kompensasi, ruang kompromi antara Washington dan Teheran berpotensi semakin menyempit. Kedua negara masih berbeda pandangan mengenai konflik yang berlangsung maupun syarat yang harus dipenuhi untuk mencapai kesepakatan damai.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.