DEPOK- Tersangka kasus pembunuhan disertai mutilasi, Saepul alias Saepullah (26), diketahui positif HIV setelah melakukan donor darah pada Februari 2026. Saepul sendiri rutin mengikuti donor darah.
Berdasarkan keterangan Kompol Dimitri Mahendra, Kanit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Saepullah ikut donor darah massal Palang Merah Indonesia (PMI) di kawasan Grand Depok City (GDC).
Publik pun cemas. Muncul kekhawatiran darah Saepul beredar untuk transfusi darah. Namun kekhawatiran tersebut ditepis Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Depok, dr. Widya Astriyani.
Secara kode etik, kata dr. Widya, dia tak boleh menyebut nama pendonor darah yang terinfeksi HIV. Namun karena nama Saepul terkait HIV sudah disebut polisi, maka tak ada pilihan lain, dia harus memberikan keterangan untuk meredam kecemasan warga.
"Banyak yang menanyakan ke saya soal donor darah Saepul dari seluruh Indonesia. Ini sekaligus klarifikasi" kata dr. Widya kepada iNews Media Group dikutip, Jumat (14/8/2026).
"Kantong darah Saepul tak dipakai, tak lolos skrining penyakit infeksi,"lanjut dr. Widya.
Menurut dr. Widya, donor darah dari setiap orang harus lolos skrining 4 penyakit menular yakni hepatitis B, hepatisi C, sifilis dan HIV.
Dia menyebut pemeriksaan 4 penyakit menular ini menjadi komponen terbesar dalam pemeriksaan kelayakan darah. "Alatnya canggih, di Depok kita sudah punya," jelas dr. Widya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan begitu muncul berita bahwa Saepul pengidap HIV pernah donor darah di Depok, dia langsung mengecek data di Sistem Informasi Manajemen Unit Donor Darah (SIMDONDAR).
"Betul yang bersangkutan ikut donor darah PMI Depok di GDC pada 2 Januari 2026," kata dokter ahli patologi klinis ini.
Dia mengungkapkan begitu diperiksa, darah Saepul langsung positif kandungan HIV. Pemeriksaan diulang kedua kali dan hasilnya sama.
PMI Depok lalu memanggil Saepul datang dan direkomendasikan menjalani pemeriksan, pengobatan dan pendampingan di Puskesmas.
"Kalau untuk donor darah, skrining kita sangat ketat. Darah yang tak lolos langsung dimusnahkan, tak dipakai," ujarnya.
Dia juga berharap publik tak cemas terkait kualitas darah dari PMI. "Kita sangat paham, ketersediaan darah itu menyangkut nyawa, jadi seleksi kita sangat ketat baik saat donor darah, skrining, dan penyimpanan," pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.