Dalam konteks tersebut, Radea menilai sinergi dengan Pemerintah Kota Bandung juga penting, khususnya dalam membuka peluang pemasaran bagi produk hasil karya warga binaan. Kehadiran perwakilan Dinas Lingkungan Hidup serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian dalam kegiatan ini dinilai menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan program, mengingat kedua dinas tersebut memiliki peran strategis, baik dalam pengelolaan sampah maupun pembukaan akses pasar bagi produk UMKM.
Pemerintah daerah, menurutnya, dapat berperan sebagai fasilitator dengan mempertemukan produk-produk tersebut dengan berbagai kanal pemasaran, pelaku UMKM, maupun ruang promosi yang tersedia.
Selain aspek ekonomi, kegiatan PKM ini juga dinilai memiliki dimensi lingkungan yang kuat. Pemanfaatan limbah plastik rumah tangga diharapkan dapat membantu mengurangi timbulan sampah sekaligus memberikan nilai tambah melalui pengolahan menjadi produk kreatif.
Sementara dari sisi ekonomi, peningkatan kualitas produk dan akses pemasaran diharapkan dapat memberikan motivasi sekaligus bekal bagi warga binaan untuk membangun kemandirian setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Radea menegaskan bahwa keberhasilan program pemberdayaan warga binaan tidak semata-mata diukur dari jumlah produk yang dihasilkan. Lebih dari itu, keberhasilan juga terlihat dari meningkatnya keterampilan, tumbuhnya kepercayaan diri, serta kesiapan warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri.