Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Gunungan Sampah TPA Runtuh Timpa Rumah Warga, 30 Orang Meninggal

Rahman Asmardika , Jurnalis-Selasa, 25 Agustus 2026 |12:05 WIB
Gunungan Sampah TPA Runtuh Timpa Rumah Warga, 30 Orang Meninggal
Ilustrasi.
A
A
A

CONAKRY - Setidaknya 30 orang tewas ketika tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) runtuh menimpa rumah-rumah warga di ibu kota Guinea, Conakry. Insiden itu diduga terjadi akibat hujan lebat yang terus mengguyur lokasi, demikian menurut pernyataan pemerintah.

Enam orang lainnya mengalami luka parah dalam insiden yang terjadi pada Minggu (23/8/2026) pukul 02.00 dini hari waktu setempat di kawasan Dar-es-Salam, Distrik Gbessia, di pinggiran ibu kota, menurut pernyataan pemerintah.

"Sumber daya manusia dan peralatan yang signifikan telah dikerahkan untuk mencari orang-orang yang mungkin masih tertimbun, menyelamatkan para korban, dan mengevakuasi jenazah," tambah pernyataan tersebut, sebagaimana dilansir AFP.

Perdana Menteri Amadou Oury Bah mengunjungi lokasi kecelakaan maut tersebut, di mana alat berat ekskavator dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan di area TPA yang runtuh, disaksikan oleh kerumunan warga.

Langkah-langkah telah diambil "untuk memastikan perawatan medis bagi korban luka" dan "memberikan bantuan bagi mereka yang terdampak tragedi ini", demikian bunyi pernyataan pemerintah.

Sebuah Tragedi

Sebelum jumlah korban resmi diumumkan, tokoh masyarakat setempat, Lancine Sylla, sempat menyatakan kekhawatirannya bahwa banyak orang tewas akibat runtuhnya tumpukan sampah tersebut.

"Kami telah mengevakuasi 18 jenazah yang kemudian dibawa ke kamar jenazah," ujarnya.

Salah satu tokoh oposisi utama Guinea, mantan perdana menteri Cellou Dalein Diallo—yang saat ini berada di pengasingan di luar negeri—menyebut kecelakaan itu sebagai "tragedi yang membuat kita sangat terpukul".

"Tragedi ini semakin memprihatinkan karena penutupan TPA tersebut sebenarnya telah dijadwalkan pada hari Minggu ini, 23 Agustus," tulisnya di Facebook.

 

"Kini giliran pihak berwenang yang berwenang untuk mengungkap, secara transparan, situasi yang menyebabkan bencana ini dan mengambil kesimpulan yang diperlukan," tambahnya dalam pernyataan yang diunggah sebelum jumlah korban jiwa dirilis.

Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah telah memerintahkan pengosongan permukiman di sekitar lokasi tersebut karena adanya kekhawatiran akan risiko keruntuhan.

Guinea dipimpin oleh Jenderal Mamadi Doumbouya, yang berkuasa melalui kudeta pada tahun 2021 sebelum terpilih sebagai presiden pada bulan Desember 2025.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement