JAKARTA - Presiden China Xi Jinping menghadapi masalah terkait struktur komando militer yang semakin kosong menjelang peringatan satu abad Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) pada 2027. Kekosongan ini disebabkan oleh pembersihan besar-besaran para jenderal, yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Lima dari tujuh anggota yang ditunjuk untuk Komisi Militer Pusat (CMC) pada 2022 telah dikeluarkan atau sedang dalam penyelidikan. Kondisi ini menyisakan Xi Jinping dan Wakil Ketua CMC Zhang Shengmin sebagai satu-satunya anggota yang secara terbuka menjalankan tugas tingkat tinggi tanpa adanya penyelidikan yang diungkapkan terhadap mereka.
Dilansir Nepal All, Kamis (27/8/2026), Komite Sentral Partai Komunis China akan menggelar Sidang Pleno Kelima pada bulan Oktober. Meskipun agenda yang diumumkan tidak menyebutkan perubahan personel, pertemuan tersebut dapat memberikan kesempatan bagi Xi untuk mengisi beberapa posisi yang kosong.
Sidang pleno sebelumnya, pada Oktober 2025, memberikan preseden. Kala itu Komite Sentral mengangkat Zhang Shengmin—yang saat itu menjabat sebagai pejabat tinggi disiplin militer—menjadi wakil ketua CMC. Penunjukan tersebut tidak diumumkan sebagai agenda terpisah.
Jumlah posisi kosong telah bertambah sejak saat itu. Pada Januari, Beijing mengumumkan bahwa Wakil Ketua CMC Zhang Youxia dan Kepala Departemen Staf Gabungan Liu Zhenli sedang diselidiki atas dugaan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius. Keduanya belum kembali menjalankan tugas lama mereka secara terbuka.
Susunan CMC yang ditunjuk pada 2022 terdiri dari Xi, Zhang Youxia, He Weidong, Li Shangfu, Liu Zhenli, Miao Hua, dan Zhang Shengmin.
Li Shangfu dicopot dari jabatannya sebagai menteri pertahanan pada Oktober 2023 dan dikeluarkan dari partai serta militer pada Juni 2024. Ia dan Miao Hua dikeluarkan pada Oktober 2025.
Pembersihan ini telah meluas jauh melampaui lingkup CMC. Penyelidikan dan pencopotan jabatan telah menjangkau berbagai departemen, keempat matra militer, kelima komando wilayah, serta akademi militer.
Sebuah kajian CSIS ChinaPower yang diterbitkan pada Februari mengidentifikasi 36 jenderal dan letnan jenderal yang telah secara resmi disingkirkan sejak tahun 2022. Sebanyak 65 perwira lainnya tercatat hilang atau kemungkinan besar telah disingkirkan.
Dampaknya paling terlihat pada penunjukan pejabat senior. Dari 52 posisi kepemimpinan kunci PLA yang dipantau oleh CSIS, 23 posisi dipegang oleh pejabat sementara atau pelaksana tugas, 12 posisi kosong, dan 6 posisi berstatus tidak jelas.
Kekosongan posisi tersebut tidak melumpuhkan operasi rutin. Birokrasi terpusat PLA memungkinkan para pejabat pelaksana tugas (Plt.) komandan untuk mengelola kegiatan sehari-hari yang berskala lebih kecil. Namun, CSIS menemukan indikasi bahwa hilangnya posisi pimpinan dapat menghambat perencanaan latihan militer yang lebih besar dan kompleks.
Pertanyaan yang lebih besar adalah apakah para pejabat pelaksana tugas tersebut memiliki wewenang dan pengalaman untuk merespons krisis besar.
Kondisi Komisi Militer Pusat (CMC) yang kekurangan personel membuat penunjukan petinggi militer menjadi lebih mendesak dibandingkan perubahan di Politbiro.
"Kemungkinan pengisian posisi kosong di komisi militer lebih besar daripada pengisian kekosongan di Politbiro karena jajaran pimpinan komisi saat ini terlalu minim," ujar seorang analis.
Xi mungkin juga perlu mempertimbangkan sosok di luar anggota militer yang masih menjabat di Komite Sentral saat ini. Keputusannya menaikkan pangkat He Weidong pada tahun 2022 menunjukkan kesediaannya untuk mempromosikan perwira yang saat itu bukan merupakan anggota maupun anggota pengganti (alternate) Komite Sentral.
CSIS menggambarkan kelompok kandidat petinggi militer yang biasa menjadi pilihan Xi telah "menyusut drastis". Berdasarkan pembaruan data bulan April, hanya 17 dari 67 anggota dan anggota pengganti militer yang awalnya ditunjuk untuk Komite Sentral saat ini yang tidak mengalami pembersihan (purge) ataupun sedang dalam penyelidikan.
Hal ini menjadikan upaya pembangunan kembali struktur komando sebagai proses yang berpotensi memakan waktu lama. Membina perwira agar memiliki pengalaman operasional yang dibutuhkan untuk posisi puncak di CMC bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Xi mempromosikan Zhang Shuguang dan Wang Gang menjadi jenderal penuh pada tanggal 3 Juli. Zhang menjabat sebagai sekretaris Komisi Inspeksi Disiplin CMC dan kepala komisi pengawas militer. Wang menjabat sebagai komandan Angkatan Udara.
Promosi mereka menyusul kenaikan pangkat kepala Komando Teater Timur, Yang Zhibin, dan kepala Komando Teater Pusat, Han Shengyan, pada bulan Desember.
Berdasarkan informasi yang diungkapkan kepada publik, saat ini terdapat enam jenderal penuh yang memegang jabatan senior: Zhang Shengmin, Menteri Pertahanan Dong Jun, Yang Zhibin, Han Shengyan, Wang Gang, dan Zhang Shuguang.
Namun, daftar tersebut merupakan hasil rekonstruksi dari informasi publik. Beijing tidak menerbitkan daftar lengkap dan terkini yang memperjelas status setiap jenderal yang sedang bertugas.
Langkah pembersihan yang dilakukan Xi telah menciptakan situasi yang menuntut keseimbangan sulit. Para perwira yang memiliki kaitan dengan Zhang Youxia atau Liu Zhenli mungkin masih berada dalam posisi rentan, sehingga semakin mempersempit daftar kandidat yang tersedia.
Belum diumumkannya pengganti Miao Hua—mantan Direktur Departemen Kerja Politik—secara terbuka dalam waktu yang cukup lama juga mengisyaratkan adanya sikap hati-hati dalam memilih pejabat yang bertanggung jawab atas pengawasan politik dan urusan personel senior.
Dilema utamanya kini semakin jelas: Xi tampaknya bertekad untuk memastikan adanya loyalitas sebelum memulihkan hierarki komando PLA.
"Xi lebih mengutamakan keamanan kekuasaannya sendiri dibandingkan kelengkapan sistem komando militer," ujar analis tersebut.
Oleh karena itu, bagi Xi, sidang pleno bulan Oktober bisa jadi lebih dari sekadar pertemuan rutin partai. Sidang ini mungkin akan memberikan indikasi paling jelas mengenai pandangannya: apakah struktur komando PLA dapat terus beroperasi di bawah kepemimpinan pejabat sementara, ataukah kekosongan jabatan yang kian bertambah itu sudah menjadi masalah yang terlalu besar untuk diabaikan.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.