"Mengingat besarnya tantangan yang dihadapi kita dan sekutu kita, kita membutuhkan sekutu seperti Inggris untuk meningkatkan kontribusi secara signifikan dan mendasar. Untungnya, beberapa pihak sudah melakukannya. Kami sangat mendorong Inggris untuk melakukan hal serupa," tambahnya, sebagaimana dilansir RT.
Sebagian besar anggota NATO telah sepakat untuk mengalokasikan 5% dari PDB bagi sektor keamanan pada tahun 2035, sementara para pejabat Inggris mendorong tercapainya ambang batas 3% pada tahun 2030. Namun, rencana investasi pertahanan baru Inggris yang diumumkan pada bulan Juni justru menetapkan belanja pertahanan inti hanya sebesar 2,7% dari PDB hingga periode 2029–2030. Selain itu, pemerintah Inggris masih berupaya mencari dana sebesar £4,7 miliar (US$6,3 miliar) untuk anggaran tersebut di tengah tekanan fiskal.
Isu ini mencuat pada bulan April ketika Reuters melaporkan—berdasarkan sebuah surel internal Pentagon—bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk meninjau kembali dukungan diplomatiknya terhadap "wilayah kekuasaan" negara-negara Eropa. Langkah ini dimaksudkan sebagai hukuman bagi pemerintah anggota NATO yang dianggap Washington gagal mendukung kampanye militer AS melawan Iran.
Presiden Argentina, Javier Milei—sekutu dekat Presiden AS, Donald Trump—menanggapi prospek tersebut dengan optimisme, seraya menyatakan, "Kita sedang membuat kemajuan yang belum pernah terjadi sebelumnya."