Dalam forum tersebut, Prabowo mengajak Indonesia dan Rusia menetapkan target yang lebih ambisius, yakni menggandakan nilai perdagangan bilateral dalam periode peninjauan pertama Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–Eurasian Economic Union (EAEU). Peningkatan tersebut diharapkan ditopang oleh ekonomi yang saling melengkapi, pemberlakuan FTA yang diperkirakan mulai berlaku pada awal 2027, serta hubungan yang makin erat antarpelaku usaha.
Dia juga menggarisbawahi pengalaman ASEAN dalam membangun perdamaian melalui konsultasi dan kerja sama.
Menurutnya, pilihan ASEAN untuk mengedepankan konsultasi dibanding konfrontasi telah menghasilkan peace dividend selama hampir enam dekade, sehingga kegiatan ekonomi, pendidikan, perdagangan, dan kehidupan masyarakat dapat tumbuh dalam suasana yang stabil.
Indonesia, lanjut Prabowo, mengundang Rusia dan seluruh anggota EAEU untuk memperluas manfaat tersebut dengan menghubungkan Eurasia semakin erat dengan Asia Tenggara. Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia–EAEU yang ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025 mencakup penghapusan atau pengurangan bea atas 11.882 pos tarif, atau lebih dari 90 persen barang yang diperdagangkan.