JAKARTA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengambil langkah untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran mengerahkan sekitar 10 ribu personel gabungan yang terdiri dari ASN dan relawan untuk membantu upaya pemadaman serta pencegahan karhutla di seluruh wilayah Kalteng.
Pengerahan personel tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan Pemprov Kalteng dalam melindungi masyarakat, ekosistem, dan alam Bumi Tambun Bungai dari dampak asap dan kebakaran lahan.
“Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Pengiriman relawan yang berasal dari berbagai elemen ini menunjukkan komitmen kita semua berjuang mengatasi dampak karhutla untuk kemudian bisa bersama-sama keluar dari ujian ini sebagai pemenang,” kata Agustiar Sabran kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).
Agustiar menjelaskan, 10 ribu personel yang dikerahkan terdiri dari ASN di lingkungan Pemprov Kalteng, pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan dari berbagai komunitas dan kampus.
Mereka akan disebar ke sejumlah titik rawan karhutla di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.
Relawan yang dikirim tidak semata-mata bertugas memadamkan kebakaran secara langsung. Sebagian di antaranya akan bertugas menyiapkan posko siaga, dapur umum, layanan kesehatan, serta dukungan logistik untuk memastikan petugas dan warga terdampak mendapatkan bantuan.