JAKARTA - Aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terus menunjukkan peningkatan hingga Selasa (1/9/2026). Menyusul kenaikan status vulkanik tersebut, sebanyak 615 warga dari Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, terpaksa mengevakuasi diri ke Posko Penanganan Darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.
"Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak sekitar 211 keluarga atau 615 jiwa warga Desa Kuta Tengah berada di lokasi pengungsian," ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (2/9/2026).
Sementara itu, warga Desa Payung, Kecamatan Payung, masih bertahan di rumah masing-masing dengan tetap bersiaga. Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus memantau kondisi masyarakat di wilayah yang berpotensi terdampak.
Peningkatan aktivitas tersebut menyusul erupsi Gunung Sinabung pada Senin (31/8/2026) pukul 12.00 WIB. Erupsi menghasilkan tinggi kolom abu sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.
Hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan adanya peningkatan aktivitas vulkanik sehingga tingkat aktivitas Gunung Sinabung dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), terhitung sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.
Berton mengatakan bahwa erupsi tersebut merupakan erupsi awal dan masih terdapat kemungkinan terjadinya peningkatan aktivitas. Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Desa Ndokum Siroga dan Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat serta Desa Payung di Kecamatan Payung.