Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Sejumlah Gunung Api Erupsi, Komisi IX DPR Tekankan Pentingnya Tanggap Darurat

Achmad Al Fiqri , Jurnalis-Senin, 07 September 2026 |09:56 WIB
Sejumlah Gunung Api Erupsi, Komisi IX DPR Tekankan Pentingnya Tanggap Darurat
Gunung Anak Krakatau. (Foto: PVMBG)
A
A
A

JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR RI, Ranny Fahd Arafiq, mendesak pemerintah agar tidak sekadar fokus pada penanganan darurat bencana secara umum terkait maraknya erupsi gunung berapi di Tanah Air. Ia menekankan pentingnya jaminan kesiapan sektor kesehatan yang mumpuni untuk melindungi masyarakat di wilayah terdampak secara komprehensif.

Pernyataan ini dilontarkan Ranny merespons aktivitas vulkanik dari sejumlah gunung api di Indonesia. Ia menilai, sebaran abu vulkanik ke wilayah permukiman berpotensi mengganggu kesehatan warga, khususnya saluran pernapasan, mata, dan kulit.

“Abu vulkanik bukan sekadar debu biasa. Jika terhirup dapat mengganggu saluran pernapasan, mengiritasi mata dan kulit, serta memperburuk kondisi warga yang memiliki gangguan pernapasan,” ujar Ranny.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah memastikan ketersediaan masker, obat-obatan, tenaga kesehatan, serta kesiapan puskesmas dan rumah sakit di wilayah yang berpotensi terdampak.

Menurut Ranny, kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan harus mendapat perhatian khusus.

Selain itu, aspek air bersih, keamanan pangan, sanitasi, dan kebersihan lingkungan juga harus menjadi bagian dari penanganan selama masa tanggap darurat.

“Jangan menunggu masyarakat jatuh sakit baru kemudian kita bergerak. Sistem kesehatan harus sudah siap sebelum dampaknya meluas,” tegasnya.

 

Legislator dari Fraksi Partai Golkar ini menekankan pentingnya koordinasi cepat antara pemerintah pusat dan daerah, BNPB/BPBD, Kementerian Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, serta seluruh unsur terkait.

“Yang kita butuhkan adalah tanggap darurat, bukan gagap darurat. Dalam kondisi bencana, keterlambatan respons kesehatan bisa berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Sekadar informasi, sejumlah gunung api di Indonesia tercatat mengalami erupsi pada awal September 2026. Gunung yang erupsi yakni Gunung Api Anak Krakatau di Selat Sunda (Banten/Lampung).

Kemudian Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur, Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Sinabung di Sumatra Utara, dan Gunung Lewotobi Laki-laki di Nusa Tenggara Timur.

PVMBG menegaskan bahwa erupsi serentak pada enam gunung tersebut tidak saling memicu karena memiliki sistem magma yang terpisah.

Sebagai bagian dari Ring of Fire, Indonesia memiliki 127 gunung api aktif sehingga aktivitas erupsi bersamaan dapat terjadi secara alami tanpa korelasi langsung.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi rekomendasi zona bahaya resmi.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement