Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Jelang Asian Games 2026, Nagoya Diterjang Hujan Ekstrem hingga 400 Atlet Dievakuasi

Awaludin , Jurnalis-Kamis, 10 September 2026 |08:20 WIB
Jelang Asian Games 2026, Nagoya Diterjang Hujan Ekstrem hingga 400 Atlet Dievakuasi
Nagoya Diterjang Hujan Ekstrem (foto: AP)
A
A
A

NAGOYA - Hujan ekstrem melanda Nagoya, Jepang, hanya beberapa hari menjelang penyelenggaraan Asian Games 2026. Curah hujan yang memecahkan rekor bahkan membuat ratusan atlet dan staf yang telah tiba di kota tuan rumah sempat dievakuasi.

Curah hujan di Nagoya mencapai 104 milimeter dalam satu jam pada Selasa 8 September 2026. Kondisi tersebut memicu banjir di sejumlah wilayah hingga pemerintah setempat mengeluarkan perintah evakuasi bagi sebagian warga.

Sekitar 400 atlet dan anggota staf Asian Games, yang tinggal di hunian sementara di kawasan Garden Pier juga ikut dievakuasi ke tempat yang lebih tinggi. Mereka baru diperbolehkan kembali sekitar dua jam setelah perintah evakuasi dicabut.

Wali Kota Nagoya, Ichiro Hirosawa memastikan tidak ada atlet yang mengalami cedera akibat banjir tersebut. Dia juga menegaskan kondisi cuaca ekstrem tidak sampai mengganggu pelaksanaan Asian Games.

“Kami tidak khawatir tentang kondisi tempat penyelenggaraan, dan kami yakin tidak ada masalah dalam menyelenggarakan Asian Games sesuai rencana,” kata Hirosawa kepada wartawan, seperti dilansir dari Aljazeera, Kamis (10/9/2026).

 

Menurut Hirosawa, sejumlah fasilitas pertandingan memang mengalami kebocoran akibat hujan deras. Namun, dampaknya dinilai terbatas dan tidak sampai mengganggu pelaksanaan pertandingan.

“Dampaknya memang terbatas, seperti air hujan yang bocor dari atap beberapa bangunan, tetapi situasinya tidak begitu serius sehingga pembukaan pada tanggal 19 terancam untuk saat ini,” ujarnya.

Kompetisi Asian Games 2026 dijadwalkan mulai berlangsung pada Kamis, sementara upacara pembukaan akan digelar pada 19 September.

Asian Games tahun ini diperkirakan diikuti lebih dari 17.000 atlet dan official. Berbeda dengan penyelenggaraan sebelumnya, Nagoya tidak menyediakan perkampungan atlet khusus. Penyelenggara menggunakan sejumlah hotel, kapal pesiar, serta hunian sementara berbahan kontainer kayu.

Hujan deras juga berdampak pada aktivitas warga Nagoya. Layanan kereta bawah tanah dan bus sempat dihentikan, sementara Badan Meteorologi Jepang mengeluarkan peringatan banjir tertinggi untuk sejumlah sungai utama di wilayah tersebut.

Media lokal melaporkan sekitar 3.500 orang sempat mengungsi ke pusat-pusat evakuasi darurat.

Cuaca basah diperkirakan masih berlanjut dalam beberapa hari ke depan. Kendati demikian, Pemerintah Kota Nagoya memastikan persiapan Asian Games tetap berjalan dan belum ada rencana mengubah jadwal pertandingan maupun upacara pembukaan.

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement