PHNOM PENH - Kamboja telah mengajukan pengaduan kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) terkait dugaan penggunaan senjata kimia dan zat kimia oleh militer Thailand dalam konflik perbatasan tahun lalu, demikian dilaporkan media Kamboja.
Menurut surat kabar Phnom Penh Post, pengaduan tersebut diajukan pada 11 September menyusul temuan dari Pusat Aksi Ranjau Kamboja (Cambodian Mine Action Centre). Laporan dari temuan itu menyatakan bahwa 395 warga sipil dan personel keamanan Kamboja terdampak oleh zat-zat yang diduga tersebut.
Heng Ratana, direktur jenderal pusat tersebut, mengatakan bahwa zat-zat itu diduga disebarkan melalui pesawat terbang dan pesawat nirawak (drone), serta melalui peluru artileri kaliber 155 mm dan 120 mm.
Bukti-bukti ditemukan di kawasan permukiman warga, termasuk di pasar, desa-desa, dan lahan pertanian, ujarnya.
"Senjata kimia dan zat kimia telah digunakan. Dari sudut pandang teknis, keduanya merupakan istilah yang berbeda," kata Ratana sebagaimana dikutip oleh Phnom Penh Post.