“Konsep multiple teachers atau guru yang kompleks inilah yang perlu kita bangkitkan kembali. Perkembangan teknologi digital dapat menjadi bagian dari proses memperluas cara manusia memperoleh pengetahuan,”bebernya.
Karena itu, kajian Al-Qur'an perlu ditempatkan dalam ruang intelektual yang terbuka terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pengembangan tradisi tersebut perlu diarahkan agar Indonesia memiliki peran lebih besar dalam pengembangan kajian Al-Qur'an. Ia berharap Indonesia dapat menjadi salah satu pusat pengembangan kajian Al-Qur'an pada masa mendatang. “Tugas sejarah berikutnya adalah Indonesia untuk mengembangkan Al-Qur'an,”pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.