Qodari juga menekankan bahwa agenda diplomasi tersebut tidak serta-merta mengurangi perhatian Prabowo terhadap urusan domestik.
Menurutnya, diplomasi merupakan salah satu instrumen untuk membantu menjawab persoalan nyata di dalam negeri, seperti peningkatan kesejahteraan, pemerataan ekonomi, dan penciptaan lapangan kerja. Oleh karena itu, ia menegaskan bahwa diplomasi dan urusan domestik merupakan dua hal yang saling melengkapi dan sama-sama bertujuan menyejahterakan rakyat Indonesia.
Di saat yang sama, Qodari menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mengawal realisasi setiap kesepakatan dan kerja sama yang terjalin dalam pertemuan BRICS agar manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat Indonesia.
Pasalnya, ukuran keberhasilan agenda diplomasi pemerintah adalah seberapa besar manfaat yang dapat dibawa pulang ke dalam negeri.
"Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan diplomasi bukanlah seberapa banyak pertemuan yang terlaksana, melainkan seberapa besar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat," tutup Qodari.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.