JAKARTA — Pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) menyebut, Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 menggerakkan aktivitas ekonomi di Jawa Tengah. Kehadiran ribuan peserta, pendamping, ofisial, dan tamu dari berbagai daerah selama rangkaian MTQ diproyeksikan menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp1,2 triliun.
Dirjen Bimas Islam, Abu Rokhmad mengatakan, potensi tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan MTQ memberi manfaat yang lebih luas bagi daerah tuan rumah. Pergerakan peserta dan masyarakat menciptakan aktivitas pada sektor akomodasi, transportasi, konsumsi, perdagangan, hingga UMKM.
“Wakil Gubernur Jawa Tengah menyampaikan bahwa perputaran ekonomi selama MTQ ini diperkirakan mencapai Rp1,2 triliun,” ujar Abu Rokhmad di Semarang, Selasa (15/9/2026).
Ketua Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) ini melanjutkan, perputaran ekonomi itu muncul dari mobilitas peserta dan tamu selama mengikuti berbagai agenda MTQ.
“Kebutuhan penginapan, makanan, transportasi, oleh-oleh, serta kebutuhan pendukung kegiatan menjadi bagian,”ujarnya.
Abu mengatakan, rangkaian MTQ juga dirancang dengan berbagai kegiatan pendukung yang memperluas keterlibatan masyarakat. Selain perlombaan Al-Qur’an, terdapat Kemenag Expo, bazar UMKM dan produk halal, pameran mushaf dan khazanah manuskrip Al-Qur’an, muzakarah ilmiah Al-Qur’an, serta panggung seni dan budaya Islami.
Menurutnya, ruang-ruang tersebut memberi kesempatan kepada pelaku usaha lokal dan daerah untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang datang dari berbagai wilayah. Aktivitas ekonomi yang terbentuk selama MTQ juga diharapkan dapat memperluas jejaring usaha dan membuka peluang pasar baru.
“MTQ ini mempertemukan masyarakat dari berbagai daerah. Ada peserta, pendamping, official, tamu, dan masyarakat yang bergerak selama kegiatan berlangsung,” tutup Abu.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, proyeksi perputaran ekonomi hingga Rp1,2 triliun dihitung Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Penghitungan tersebut mempertimbangkan aktivitas ekonomi yang muncul selama rangkaian penyelenggaraan MTQ di Jawa Tengah.
“Kalau ada yang sekaligus mau berwisata di Semarang dan sekitarnya, akan kami tawarkan,” ujar Taj Yasin beberapa waktu lalu.
Menurut Taj, kedatangan peserta dan tamu dari berbagai daerah juga menjadi peluang untuk mengenalkan potensi Jawa Tengah.
Selain mengikuti agenda MTQ, para tamu dapat menikmati destinasi wisata, kuliner, serta produk lokal yang tersedia di Semarang dan daerah sekitarnya.
“Kita berharap kehadiran kafilah dari 37 provinsi memberi dampak yang lebih luas bagi masyarakat. MTQ Nasional XXXI tidak hanya menjadi perhelatan keagamaan, tetapi juga membuka ruang pertemuan bagi masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai sektor ekonomi di Jawa Tengah,”pungkasnya.
(Fahmi Firdaus )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.