MOSKOW - Ukraina melancarkan serangan pesawat nirawak (drone) terbesar ke wilayah Moskow, Rusia, menghantam kilang minyak utama kota tersebut dan bangunan tempat tinggal. Menurut keterangan Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin, setidaknya 450 drone yang mengarah ke ibu kota telah ditembak jatuh dalam salah satu serangan "paling masif" Ukraina tersebut.
Gubernur wilayah tersebut mengatakan setidaknya dua orang tewas dan 20 lainnya terluka dalam serangan pada Minggu (20/9/2026), yakni seorang wanita berusia 44 tahun di Sofyino dan seorang pria lanjut usia yang rumahnya terkena serangan di distrik Orekhovo-Zuevo. Lima orang lainnya—termasuk dua anak-anak—mengalami luka-luka.
Sementara itu, pejabat Ukraina melaporkan bahwa sembilan orang, termasuk tiga anak-anak, tewas akibat serangan Rusia di wilayah Kyiv dan Sumy pada Sabtu (19/9/2026).
Rusia dan Ukraina belakangan ini telah meningkatkan intensitas serangan mereka, dengan menyasar fasilitas pembangkit energi dan transportasi, serta pusat-pusat logistik utama.
Sobyanin mengatakan sebuah drone telah menghantam sebuah gedung di dekat salah satu jalan raya utama ibu kota serta kilang minyak—tempat di mana pejabat militer Ukraina menyebut tiga unit vital mengalami kerusakan. Dia menyebut serangan besar tersebut sebagai "upaya untuk mengganggu" pemilihan umum parlemen Rusia, yang pada Minggu telah memasuki hari ketiga.
Sementara itu, bandara terbesar di Moskow, Sheremetyevo, memperingatkan penumpang mengenai adanya "pembatasan sementara" yang diberlakukan sepanjang malam, sedangkan di bandara Vnukovo ibu kota, seluruh jadwal kedatangan dan keberangkatan sempat dihentikan. Pembatasan di kedua bandara tersebut telah dicabut pada Minggu pagi, namun masing-masing pihak memperingatkan bahwa sejumlah penerbangan mungkin masih akan mengalami penundaan.
Baik Rusia maupun Ukraina terus menyerang target infrastruktur energi selama sepekan terakhir, meskipun Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim di media sosial bahwa kedua belah pihak telah sepakat untuk tidak melakukan hal tersebut.
Trump menandatangani rancangan undang-undang sanksi pada Jumat (18/9/2026) yang menyasar perekonomian Rusia dengan menerapkan tarif terhadap pembeli terbesar minyak dan gas negara itu, termasuk China dan India. Undang-undang AS tersebut memberikan wewenang kepada presiden AS untuk mengenakan tarif sebesar 100% terhadap pembeli utama energi Rusia.
Presiden Rusia Vladimir Putin melancarkan invasi ke Ukraina pada Februari 2022.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.