Selama menjalani pengobatan, Syaifudin mengatur waktu antara jadwal hemodialisis dan tugasnya sebagai anggota kepolisian. Ia mengaku terbantu dengan pelayanan yang diterimanya selama menjalani perawatan.
“Pelayanan di RSUD Dr. H. Slamet Martodirdjo sangat ramah dan saya merasa terbantu selama menjalani perawatan. Sejak awal dirawat hingga sekarang, saya tidak mengeluarkan biaya sepeser pun,” ungkapnya.
Bagi Syaifudin, keberadaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) memberikan dukungan besar dalam perjalanan pengobatannya. Terlebih, hemodialisis merupakan tindakan yang harus dilakukan secara rutin dalam jangka panjang.
“Selama delapan tahun menjalani cuci darah, Program JKN sangat membantu saya dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Bayangkan jika saya harus membayar setiap menjalani hemodialisis dua kali dalam seminggu, pasti biaya yang akan saya keluarkan sangat banyak. Saya berharap BPJS Kesehatan tetap menjadi garda terdepan bagi masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.