Aspek berikutnya adalah jalur evakuasi dan zona aman. Sebelum pemadaman dimulai, wajib ditentukan jalur penyelamatan, lokasi perlindungan yang aman, dan prosedur mundur apabila api berkembang di luar kendali.
Daryono juga mengingatkan pentingnya penggunaan alat pelindung diri (APD). Seluruh personel wajib menggunakan APD khusus pemadaman kebakaran hutan, meliputi pakaian tahan api sesuai standar, helm, sarung tangan, sepatu pelindung, kacamata, serta perlindungan pernapasan yang sesuai dengan tingkat bahaya. APD tidak boleh dianggap sebagai pengganti jarak aman dari kobaran api.
“Kecukupan air minum dan makanan bergizi. Petugas harus memperoleh air minum yang cukup, penggantian elektrolit bila diperlukan, serta makanan bergizi dan energi memadai untuk mencegah dehidrasi, kelelahan, dan penurunan konsentrasi,” kata Daryono.
Daryono juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan memastikan waktu istirahat petugas. Setiap personel harus dipastikan dalam kondisi sehat dan layak bertugas. Durasi kerja perlu dibatasi, rotasi personel diterapkan, dan waktu istirahat harus mencukupi. Petugas yang kelelahan, sakit, atau menunjukkan tanda gangguan akibat panas harus segera ditarik dari operasi.
Aspek selanjutnya adalah komunikasi dan komando lapangan. Seluruh personel harus bekerja dalam sistem komando yang jelas, memiliki komunikasi dua arah, memahami pembagian tugas, serta tidak melakukan pemadaman sendirian atau bergerak tanpa koordinasi.