Daryono juga mengingatkan pentingnya pemantauan perubahan situasi. Perubahan arah angin, peningkatan intensitas api, kepulan asap pekat, dan berkurangnya jarak pandang harus segera direspons. Operasi wajib dihentikan atau personel ditarik ketika kondisi tidak lagi aman.
“Kesiapan penyelamatan dan pertolongan medis. Tim harus menyiapkan prosedur evakuasi darurat, perlengkapan pertolongan pertama, personel penyelamat, serta akses menuju fasilitas kesehatan sblm memasuki lokasi berisiko tinggi,” ujarnya.
Daryono menegaskan, keselamatan petugas pemadam karhutla merupakan tanggung jawab bersama, terutama pimpinan operasi dan seluruh institusi yang menugaskan personel. Setiap kejadian yang menimbulkan korban perlu dievaluasi secara objektif untuk memperbaiki sistem perlindungan, tanpa terburu-buru menyimpulkan adanya kelalaian sebelum hasil investigasi tersedia.
“Prinsip-prinsip tersebut juga sejalan dengan standar keselamatan pemadaman kebakaran hutan yang dikembangkan oleh National Wildfire Coordinating Group (NWCG). Tidak ada target pemadaman yang lebih berharga daripada keselamatan jiwa. Api boleh belum padam, tetapi setiap petugas harus memiliki kesempatan untuk kembali pulang dengan selamat,” pungkasnya.
(Arief Setyadi )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.