Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pemukim Ilegal Israel Serang Konvoi Kendaraan Diplomat Eropa di Tepi Barat

Rahman Asmardika , Jurnalis-Senin, 19 Oktober 2026 |02:05 WIB
Pemukim Ilegal Israel Serang Konvoi Kendaraan Diplomat Eropa di Tepi Barat
Diplomat Eropa menjadi korban serangan pemukim ilegal israel di Tepi Barat.
A
A
A

YERUSALEM — Sekelompok pemukim Israel yang mengenakan penutup wajah menyerang iring-iringan kendaraan yang membawa para diplomat Eropa di wilayah Tepi Barat yang diduduki. Tindakan ini segera memicu kecaman dari Prancis, Belgia, dan Polandia.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (17/10/2026) di dekat Taybeh, sebuah desa Palestina yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, ketika sekelompok pemukim—beberapa di antaranya membawa tongkat bisbol—datang untuk menghalangi warga Palestina memanen zaitun. Kelompok tersebut mengepung kendaraan yang membawa konsul jenderal Belgia, diplomat dari Prancis dan Polandia, serta perwakilan Gereja Katolik.

Bernard Baudoux, wali kota Aulnoye-Aymeries di Prancis bagian utara, mengatakan bahwa para pemukim menendang serta memukulinya dengan batang besi. Rekaman video dari lokasi kejadian memperlihatkan Baudoux dalam kondisi berantakan, duduk di dekat sebuah mobil jip dengan mengenakan selempang berwarna bendera Prancis.

“Mereka tiba dalam keadaan sangat marah. Sungguh luar biasa bahwa para pemukim bisa berperilaku seperti ini,” ujar sang wali kota, sebagaimana dikutip oleh AFP dan Le Monde. Kaca kendaraan diplomatik Belgia juga dipecahkan.

“Sebagai pihak pendudukan, otoritas Israel wajib melindungi warga Palestina, menjamin keselamatan para diplomat dan jurnalis, serta menyeret pihak-pihak yang bertanggung jawab ke pengadilan. Impunitas bagi para pemukim yang melakukan kekerasan harus diakhiri,” tulis Menteri Luar Negeri Belgia, Maxime Prevot, di platform X.

Ia mendesak Israel untuk menghentikan perluasan permukiman serta “upaya untuk menggusur warga Palestina secara paksa dari tanah mereka.”

Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, mendesak otoritas Israel untuk menangkap “mereka yang bertanggung jawab atas tindakan keji ini dan membawa mereka ke pengadilan,” sementara juru bicara Kementerian Luar Negeri Polandia, Maciej Wewiór, mengecam serangan terhadap para diplomat sebagai tindakan yang “sama sekali tidak dapat diterima.”

 

Dalam sebuah pernyataan di X, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh “perusuh Israel” dan menyatakan bahwa penyelidikan telah dimulai. Ia menambahkan bahwa kunjungan para diplomat tersebut tidak dikoordinasikan terlebih dahulu dengan Pasukan Pertahanan Israel (IDF).

“Koordinasi semacam itu dapat membantu menjamin keamanan para pengunjung,” ujarnya.

Permukiman Israel di Tepi Barat adalah ilegal menurut hukum internasional. PBB telah memperingatkan bahwa perluasan permukiman merusak prospek pembentukan negara Palestina.

Pada bulan Juli, kantor hak asasi manusia PBB melaporkan bahwa serangan oleh pemukim terhadap warga Palestina telah mencapai “tingkat tertinggi sepanjang masa” sejak pecahnya perang Israel-Hamas pada tahun 2023.

Serangan terhadap konvoi diplomatik tersebut terjadi sehari setelah para pemukim memukuli dan merampok fotografer The Washington Post, Heidi Levine, di dekat desa Palestina, Abu Falah.

(Rahman Asmardika)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement