JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan, telah memiliki tiga kandidat vaksin malaria. Pengembangan ini menjadi bagian dari upaya mendukung kemandirian vaksin dan obat-obatan nasional.
“Untuk malaria kita sudah ada tiga calon vaksin ya, kandidat vaksin yang sudah kita siapkan,” ungkap Kepala BRIN Arif Satria usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Arif mengatakan, Presiden Prabowo juga telah memerintahkan BRIN untuk melakukan riset terkait pengembangan vaksin malaria.
“Bagaimanapun juga vaksin malaria itu sangat penting sekali karena untuk kemandirian vaksin maupun kemandirian obat-obatan itu. Jadi insyaallah ini vaksin terus berjalan,” katanya.
Arif menjelaskan, ketiga kandidat vaksin malaria tersebut belum dapat langsung diedarkan karena masih memerlukan serangkaian tahapan penelitian dan pengujian. Menurut dia, pengembangan vaksin tersebut masih membutuhkan waktu sekitar dua tahun.
“Ini vaksin malaria ya tentu masih butuh waktu ya, karena kita sudah ada satu yang sudah masuk tahap praklinis. Tapi yang sebagian masih proof of concept. Jadi ada yang masih taraf proof of concept, masih butuh waktu mungkin dua tahun ya,” ujarnya.