Arif mengatakan, kandidat vaksin yang telah memasuki tahap praklinis akan dikoordinasikan dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Kesehatan, serta PT Bio Farma (Persero).
Koordinasi tersebut diperlukan untuk mempercepat pengembangan kandidat vaksin hingga tahap selanjutnya. Bio Farma nantinya diproyeksikan menjadi pihak yang memproduksi vaksin tersebut.
“Tapi yang uji praklinis ya kita lagi coba untuk percepat sehingga kita harus koordinasi dengan BPOM dan juga dengan Menkes, juga dengan Bio Farma, karena nanti yang akan produksi kan Bio Farma,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.