Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

BMKG Sebut Dry Ice Efektif Urai Kabut Asap Karhutla, Begini Cara Kerjanya

Binti Mufarida , Jurnalis-Rabu, 21 Oktober 2026 |08:59 WIB
BMKG Sebut Dry Ice Efektif Urai Kabut Asap Karhutla, Begini Cara Kerjanya
BMKG semai Dry Ice atasi kabut asap karhutla (Foto: BMKG)
A
A
A

“Kondisi ini memungkinkan asap bergerak naik secara vertikal dan terurai ke atmosfer. Selain itu, proses tersebut juga meningkatkan peluang pertumbuhan awan yang selanjutnya dapat menjadi sasaran penyemaian dalam OMC,” kata Seto, dikutip Rabu (21/10/2026).

Ia menegaskan, penggunaan dry ice dalam operasi ini berbeda dari penyemaian awan untuk memicu hujan. BMKG secara khusus menargetkan lapisan inversi yang menahan asap serta mengintervensi lapisan isoterm untuk mengubah kestabilan udara di atmosfer bagian atas. Upaya tersebut menjadi alternatif taktis ketika kondisi langit cenderung kering dan jumlah awan potensial untuk disemai terbatas.

BMKG mengevaluasi keberhasilan intervensi dry ice melalui sejumlah parameter terukur, terutama peningkatan jarak pandang (visibility) dan penurunan konsentrasi partikel polutan PM2.5 di udara. Kedua indikator tersebut membantu menggambarkan perubahan kondisi atmosfer dan kualitas udara di wilayah terdampak, termasuk kawasan yang memiliki peran penting bagi objek vital seperti bandar udara.

Seto menyampaikan, pemantauan selama beberapa hari pelaksanaan menunjukkan indikasi perbaikan kondisi di sejumlah wilayah terdampak. Salah satu contohnya terlihat di Palembang, ketika jarak pandang berangsur membaik setelah intervensi dilakukan. Meski demikian, BMKG tetap memerlukan pemantauan dan analisis data untuk menilai perkembangan dampak operasi secara berkelanjutan.

“Dalam beberapa hari pelaksanaan, intervensi dry ice menunjukkan indikasi dampak yang cukup baik. Jarak pandang di wilayah terdampak berangsur membaik, seperti yang sempat terjadi di Palembang beberapa hari lalu. Kondisi ini penting untuk mendukung operasional armada udara satuan tugas (satgas), termasuk helikopter water bombing dan pesawat patroli, sekaligus membantu aktivitas penerbangan sipil kembali berjalan lebih normal sesuai kondisi keselamatan penerbangan,” ujarnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement