Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

AS Perintahkan Diplomat dan Keluarga Tinggalkan Saudi, Ketegangan Timur Tengah Memanas

Awaludin , Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2026 |07:24 WIB
AS Perintahkan Diplomat dan Keluarga Tinggalkan Saudi, Ketegangan Timur Tengah Memanas
AS Perintahkan Diplomat dan Keluarga Tinggalkan Arab Saudi (foto: AP)
A
A
A

JAKARTA - Amerika Serikat (AS) memerintahkan seluruh staf kedutaan beserta keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi, di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah. 

Langkah tersebut diambil setelah Saudi melaporkan korban jiwa akibat jatuhnya puing-puing drone yang berhasil dicegat, sementara ledakan juga dilaporkan terjadi di wilayah selatan Iran, dekat Selat Hormuz.

Dilansir dari gulfnews, Kamis (22/10/2026). Perintah evakuasi tersebut berlaku bagi seluruh staf Amerika Serikat, dan keluarga mereka yang berada di kedutaan AS di Arab Saudi. Selain itu, keluarga staf kedutaan AS juga diperintahkan meninggalkan Uni Emirat Arab (UEA), Yordania, Qatar, dan Bahrain.

Situasi keamanan di kawasan semakin mengkhawatirkan setelah otoritas Saudi melaporkan dua orang tewas dan dua lainnya terluka akibat puing-puing drone yang dicegat. Drone tersebut dilaporkan menargetkan fasilitas minyak di dekat perbatasan UEA.

Insiden itu menambah kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur energi dan potensi meluasnya konflik di kawasan Teluk.

Di sisi lain, media pemerintah Iran melaporkan adanya ledakan di Provinsi Hormozgan, wilayah selatan Iran yang menghadap langsung ke Selat Hormuz. Namun, informasi mengenai penyebab ledakan tersebut belum dijelaskan secara terperinci dalam laporan yang tersedia.

 

Di tengah perkembangan tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei, dilaporkan bertemu dengan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.

Pertemuan itu disebut membahas konflik yang oleh Teheran digambarkan sebagai perang yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Perkembangan ini terjadi ketika ketegangan regional terus meningkat dan sejumlah negara berupaya mengantisipasi dampak konflik terhadap stabilitas keamanan kawasan.

Sementara itu, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi menegaskan bahwa Kairo akan membela wilayah Arab Saudi. Namun, Mesir menolak terlibat dalam serangan terhadap Yaman.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya dukungan Mesir terhadap keamanan wilayah Saudi, tetapi sekaligus menegaskan batas keterlibatannya dalam konflik yang melibatkan Yaman.

 

Arab Saudi sendiri terus menghadapi ancaman serangan drone yang dikaitkan dengan kelompok Houthi Yaman, menurut laporan yang menjadi latar belakang meningkatnya kewaspadaan keamanan di kerajaan tersebut.

Perintah evakuasi diplomat AS, laporan jatuhnya korban akibat puing-puing drone, serta kabar ledakan di Iran menjadi rangkaian perkembangan yang menyoroti memburuknya situasi keamanan di Timur Tengah.

Perkembangan selanjutnya masih dinantikan, terutama terkait penyebab ledakan di Hormozgan, kondisi keamanan fasilitas energi Saudi, dan kemungkinan langkah diplomatik maupun militer dari negara-negara yang terlibat.
 

(Awaludin)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement