JAKARTA - Ajing menggonggong kafilah berlalu. Banyak suara bernada miring menyoal kinerja Ditjen Lapas Depkum HAM dalam mengawasi para napi. Toh, sampai saat ini peredaran narkoba di sejumlah lapas semakin marak.
Ditjen Depkumhan terkesan tidak pernah serius menanggapi persoalan itu. Bahkan sudah menjadi rahasia umum, bahwa peredaran narkoba di lingkungan tahanan juga melibatkan petugas penjara, yang seharusnya mengawasi tingkah-laku para terhukum itu selama menjalani masa tahanan.
"Peredaran narkoba di sana karena banyak dibantu oleh petugas yang disebut paste. Paste inilah yang membawa narkoba dari luar ke dalam," ungkap anggota DPR dari Komisi III Sahrin Hamid.
Hal itu diungkapkannya dalam diskusi Dilema Pemberantasan Narkoba di Mario's Place, Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (17/11/2007).
Sahrin tidak asal bicara.Menurut Sahrin yang juga menjadi Kalpolri bayangan DPR, hal itu diketahuinya dari hasil sebuah wawancara dengan mantan penghuni tahanan di LP Cipinang.
Fakta lain, di penjara, menurut yang dikemukakan nara sumbernya,para napi dapat menggelar pesta narkoba dengan menciptakan sebuah pub dan memutar house music. Perangkat pemutar musiknya pun bisa diperoleh dari petugas dengan cara menyewa. Sekali pesta, pemutar seperti VCD dapat disewa Rp15 ribu," tutur Sahrin menirukan pengakuan sumbernya.
Begitupun yang tidak memiliki HP, para napi dapat menyewa ke petugas sipir dengan membayar Rp500 ribu untuk pemakaian sebulan. Longgarnya penggunaan HP di tahanan sangat disayangkan, sebab HP menjadi alat vital yang membuat peredaran narkoba semakin leluasa di lingkungan tahanan.
Dari berbagai bisnis illegal itu, penghasilan dari satu blok yang disebut keong, bisa terkumpul dana hingga Rp200 juta.
Dimintai pendapatnya, Direktur Pembinaan Khusus Narkotika Ditjen Pemasyarakatan Depkum HAM Irsyad Bustaman, berkilah bahwa berbagai persoalan itu muncul akibat kondisi rutan yang sudah over capacity.
"Ya informasi itu sangat kita butuhkan memang harus kita tindaklanjuti. Tapi kita setiap harinya melakukan razia kedalam, tapi memang karena keterbatasan petugas dan over load capacity," kilah Irsyad.
(Fitra Iskandar)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari