JAKARTA - Sekretaris Jenderal Organisasi Ulama Internasional (International Conference on Islamic Scholars/ICIS) yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi sangat menyesalkan terbunuhnya Benazir Bhutto.
"Bhuto itu perempuan hebat. Dia sangat pintar. Dia (Bhutto) memang orang kuat. Eman (sayang) jika dia meninggal dengan cara seperti itu. Kami sangat menyesalkan pembunuhan itu," ungkap Hasyim, di Gedung PBNU, Jumat (28/12/2007).
Menurut Hasyim, kematian Bhutto harus menjadi pelajaran berharga bagi rakyat dan umat Islam di Pakistan. Dia meminta umat Islam di Pakistan tak lagi menggunakan cara kekerasan dalam persaingan politik dan perebutan kekuasaan.
"Kami berharap kepada kaum muslimin di Pakistan agar bisa berpikir. Bagaimana menjalankan pemerintahan dan agama secara demokratis," tuturnya.
Presiden World Conference on Religions and Peace (WCRP) ini menyatakan, pembunuhan terhadap Bhutto semakin menambah daftar tokoh Pakistan yang meninggal dengan cara dibunuh. Sebelumnya, keluarga Bhutto juga dibunuh secara mengenaskan dan diduga karena persaingan politik kekuasaan.
"Memang dalam kurun yang sangat panjang, Pakistan diwarnai kekerasan baik di bidang kenegaraan, pilitik kepertaian, maupun sekte dan aliran," ungkapnya.
Sejarah panjang kekerasan tersebut, lanjut Hasyim, membuat jalan damai di negara tersebut semakin terjal. "Untuk mendamaikan Pakistan sulit. Karena saling dendam masing-masing," tandasnya.
(Ismoko Widjaja)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.