Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

60% DAS Brantas di Tulung Agung Kritis

Solichan Arif , Jurnalis-Senin, 18 Februari 2008 |23:27 WIB
60% DAS Brantas di Tulung Agung Kritis
A
A
A

TULUNGAGUNG - Sekira 60 % Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mengalami sedimentasi parah (pendangkalan).

DAS ini meliputi saluran irigasi primer sepanjang 24,389 kilometer, saluran sekunder 189,327 kilometer, dan saluran pembuangan sepanjang 117,318 kilometer.

Bila tidak segera dibenahi, pembagian air untuk petani tidak akan merata, termasuk sungai mudah meluap, serta menimbulkan banjir setiap kali musim penghujan datang.

Menurut keterangan anggota Komisi D DPRD Tulungagung Inam Turmudi, informasi tentang kondisi sungai itu baru diketahui legislatif setelah melakukan rapat dengan Dinas Pengairan Provinsi Jatim dan pihak Brantas.

Hasil pertemuan memutuskan  pemerintah pusat dan provinsi Jatim memberikan bantuan  kepada Pemkab Tulungagung untuk melakukan normalisasi sungai.

"Dari pusat sebesar Rp20 miliar. Sedangkan dari provinsi sebesar Rp1,007 miliar," ujarnya, Senin (18/2/2008).

Seperti diketahui DAS yang meliputi Brantas di antaranya, Sungai Kali Song atau Ngrowo yang membelah kota Tulungagung. Kemudian Sungai Tebing Kalidawir di Desa Wajak Kidul Boyolangu, Sungai Kali Gondang di Desa Gondang, dan Embung panggungwani Pucanglaban.

Selain itu juga jembatan Ngujang Kec Ngantru yang pilarnya terjadi abrasi. Semua aliran air ini merupakan Sungai Brantas dan anak cabangnya. Akibat hutan di dataran tinggi yang gundul setiap kali hujan lumpur masuk sungai dan menimbulkan pengendapan. Sementara para penambang pasir liar membuat abrasi di mana-mana.

Menurut Inam dalam megaproyek ini pembangunan berupa talud atau plengsengan yang terbuat dari plat beton. Kemudian juga melakukan pengerukan sedimentasi yang terjadi di dasar sungai.

(Nurfajri Budi Nugroho)

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement