DENPASAR - Di saat bencana tsunami bisa mengancam setiap saat, hutan mangrove di Bali justru terancam kelestariannya. Ironisnya, kerusakan ekosistem penunjang kawasan pantai ini disebabkan kerakusan para pengembang pariwisata.
Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Bali I Made Suwendra mengatakan, kendala utama pengelolaan hutan mangrove disebabkan dua hal. Yaitu penyerobotan lahan dan limbah rumah tangga.
Dituturkan, pengembangan kawasan wisata juga mulai menyasar areal hutan mangrove. Terutama di daerah wisata seperti Sanur, Kuta, dan Nusa Dua.
"Pengalihfungsian lahan ini bisa terjadi karena tidak semua hutan mangrove dikelola pemerintah Propinsi Bali. Sebagian tanaman mangrove berdiri di atas lahan pribadi," ujar dia di Denpasar, Sabtu (8/3/2008).
Selain itu, para pengembang juga sudah mengantongi izin pembangunan dari pemerintah pusat. Akibatnya, pemerintah daerah tidak kuasa membendung penyempitan lahan hutan mangrove.
"Lokasi-lokasi ini memang strategis dijadikan kawasan wisata. Sehingga banyak pengembang yang merubah hutan mangrove menjadi bangunan penunjang pariwisata. Fatalnya, mereka sudah dapat restu dari pusat," tukasnya.
Situasi ini juga dibenarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Denpasar I Ketut Suadi. Dia mencontohkan keberadaan restoran Aka Mie di Denpasar Selatan yang hingga kini belum mengantongi izin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) dari Dinas LH Denpasar.
Padahal, pembangunan restoran ini telah mengorbankan sejumlah lahan hutan mangrove. "Sampai hari ini saya belum menerima pemberitahuan hasil laporan dampak lingkungannya. Padahal, itu sangat penting," ungkapnya.
Di sisi lain, limbah rumah tangga juga bisa mengancam eksistensi mangrove karena jenis tanaman ini memiliki akar napas. Perlu diketahui, kesadaran warga Bali membuang sampah ke sungai masih rendah. Padahal, sampah-sampah ini akan bermuara ke kawasan pembudidayaan mangrove.
(Nurfajri Budi Nugroho)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.