tragedi sukhoi

NEWS » News

Perhutani Awasi Potensi Kebakaran di Sumbing-Sindoro

Senin, 14 Juli 2008 00:53 wib

TEMANGGUNG - Memasuki musim kemarau tahun ini, Perum Perhutani Kantor Pangkuan Hutan (KPH) Temanggung, mulai internsif memantau titik-titik rawan kebakaran di areal hutan gunung Sindoro Sumbing Temanggung.

KPH Temanggung membentuk beberapa regu untuk melakukan partoli selama 24 jam pada daerah-daerah rawan kebakaran. Setiap hari ada empat shift yang terdiri terdiri dari enam personil untuk menyusuri kawasan hutan Sumbing dan Sindoro. Patroli ini dimulai awal Juni lalu.

Menurut Kepala KPH Temanggung, Soni Diantoro, secara khusus pihaknya mengawasi para pembuat arang yang kadang ceroboh tidak memadamkan api dengan benar usai membuat arang di kawasan hutan.

"Pengalaman kebakaran tahun-tahun lalu, tidak diakibatkan oleh faktor alam, melainkan kecerobohan manusia. Karena itu kami tidak mau kecolongan lagi," ujarnya, MInggu (13/7/2008).

Selain itu, Perhutani juga melibatkan warga setempat dalam patroli kebakaran hutan. Di kawasan Sumbing-Sindoro, Perhutani KPH Temanggung menguasai  5400 ha lahan. Pada luasan tersebut, Perhutani memastikan tidak adalagi perambahan hutan. Hutan dikawasan tersebut sudah berhasil dihijaukan.

Menurut Soni, pada tahun 2007, pihaknya melakukan reboisasi kawasan hutan Sumbing seluas 682 hektare sedangkan Sindoro 600 hektare.

"Dua tahun ini, hasil reboisasi tahun 2007 mulai terlihat. Sedangkan untuk reboisasi tahun 2009 diharapkan mulai terlihat hasilnya antara tiga hingga empat tahun kemudian. Tapi Perhutani tidak mengambil hasil dari reboisasi, ini khusus untuk pemulihan lahan kritis," ujarnya.
(Nazarudin Latief/Sindo/kem)